Sukses

Punya Banyak Batu Bara, RI Jadikan Nuklir Opsi Terakhir

Liputan6.com, Jakarta - Meski sejumlah negara ASEAN tengah sibuk mengembangkan nuklir, Indonesia memastikan belum akan memanfaatkan nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi di Tanah Air hingga 2020. Apa alasannya?

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan, Indonesia masih memiliki sumber energi batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik. Diperkirakan cadangan batu bara Indonesia masih cukup hingga 2050.

"Untuk menuju 2020, pemanfaatan batu bara dioptimalkan guna mendongkrak ekonomi kita, " kata Tumiran dalam acara Coffe Morning di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Menurut dia, cadangan batu bara tersebut saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik, namun syaratnya adalah tidak diekspor.
Indonesia, lanjut Tumiran, seharusnya mencontoh negara produsen batu bara lain yang sudah melakukan pelarangan ekspor dan memanfaatkannya untuk kepentingan domestik.

"Negara lain tidak ekspor batu bara, China tidak ekspor," ungkap Tumiran.

Meski fokus pada batu bara, lanjut dia, pengembangan tenaga nuklir tetap dilakukan. Pasalnya usai 2020, Indonesia akan menjadikan nuklir sebagai energi dalam pemenuhan kebutuhan listrik.

"Karena kita tidak mungkin bakar terus batu bara sampai 2050. Jadi dari sekarang nuklir juga tetap dikembangkan," tuturnya. (Pew/Ndw)

Artikel Selanjutnya
RI Berpotensi Kembangkan Energi Bebas Karbon
Artikel Selanjutnya
Nasib Energi Terbarukan, Tumpuan RI di Masa Depan