Sukses

Coca-Cola vs Pepsi, Pertarungan Minuman Bersoda Paling Fenomenal

Liputan6.com, New York - Pergulatan antara merek dan produk ternama telah menjadi hal yang biasa dalam dunia bisnis masa kini. Lihat saja perang antara dua perusahaan minuman bersoda Coca-Cola dan Pepsi yang telah berlangsung lebih dari seratus tahun dan nyaris tak ada habisnya.

Saking lamanya berperang di kancah bisnis internasional, perang antar keduanya mampu meraih julukan sendiri: The Coca-Cola Wars. Dua perusahaan minuman bersoda ini seringkali menargetkan pasar yang sama dan membuat pertarungan antar keduanya semakin menarik.

Hingga saat ini, Coca-Cola dikenal sebagai merek yang jauh lebih familiar bagi masyarakat dunia. Terlebih lagi, Coca-Cola mendominasi berbagai iklan saat natal di sejumlah negara.

Sementara musuh bebuyutannya, Pepsi jauh lebih terkenal di kalangan anak muda. Bahkan Pepsi melabeli produknya dengan sebutan minuman untuk anak muda.

Bagaimana lika-liku perang antar keduanya yang tak pernah kunjung berakhir? Berikut ulasannya seperti dikutip dari The Richest, Business Insider, CNBC, dan sejumlah sumber lainnya, Senin (9/6/2014):

1 dari 6 halaman

Sejarah Lahirnya Coca-cola Wars

Persaingan ketat antara Coca-Cola dan Pepsi sangat melegenda. Perang antar keduanya benar-benar memanas saat Pepsi menggelar `Pepsi Challenge` pada 1975.

Kala itu, sejumlah masyarakat mengikuti `blind test` atau tes dengan mata tertutup. Dalam keadaan tersebut, para peserta disuguhkan dua minuman soda, Coca-cola dan Pepsi.

Faktanya cukup mencengangkan, kala itu sebagian besar peserta tes justru memilih Pepsi dibandingkan Coca-Cola. Alhasil Coca-Cola mengalami penurunan pangsa pasar hingga sepuluh tahun sejak `blind test` tersebut digelar.

Tak berhenti sampai disitu, dua merek tersebut terus bergulat hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Pertarungan tersebut kini merambah media sosial dan membuatnya kian memanas.

2 dari 6 halaman

Mana yang Lebih Dulu Lahir?

Minuman bersoda Coca-Cola lahir pada 1886 saat John S. Pemberton mengembangkan resep asli untuk minuman bersoda. Pepsi Cola lahir 13 tahun kemudian dari tangan seorang ahli farmasi, Caleb Bradham.

Pada 1898, saat Pepsi baru memulai produksinya, Coca-Cola telah menjual produknya sebanyak satu juta galon per tahun. Dua tahun setelah Pepsi berdiri, Coca-Cola bahkan telah mampu membayar selebritis untuk mengiklankan produknya.

Selama hampir dua puluh tahun sejak berdiri, Coca-Cola terus berinovasi sementara Pepsi masih harus berhadapan dengan berbagai tantangan di dunia bisnis profesional.

3 dari 6 halaman

Mana yang Pernah Bangkrut?

Pada 1923, saat Coca-Cola mengembangkan botol minuman soda terbarunya, Pepsi justru jatuh bangkrut. Ironisnya, Coca-Cola kala itu telah berhasil mendapatkan sponsor dan mulai berekspansi ke wilayah Eropa.

Padahal pada 1910, Pepsi berhasil membuka toko di 24 negara bagian dan menjual lebih dari 100 ribu galon per tahun. Di tahun yang sama dengan bangkrutnya Pepsi, Coca-Cola baru saja mempertahankan CEO-nya Robert W Woodruff yang telah menjabat selama 60 tahun.

Delapan tahun kemudian, Pepsi yang mulai merancak naik kembali gagal. Tapi kali ini, Pepsi benar-benar bangkit dengan berbagai strategi baru.

Setelah gagal untuk kedua kalinya, pada 1933, Pepsi berhasil menaikkan volume penjualan hingga dua kali lipat. Sementara lima tahun kemudian, Coca-Cola berhasil memasuki pasar Australia, Austria, Norwegia dan Afrika Selatan.

4 dari 6 halaman

Mana yang Lebih Laku di Restoran Cepat Saji?

Akhir tahun lalu, Coca-Cola harus gigit jari setelah kontrak kerjasamanya dengan restoran cepat saji Buffalo Wild Bings resmi jatuh ke tangan pesaingnya, Pepsi. Kondisi tersebut membuat Pepsi mendapatkan satu poin baru dalam perangnya menghadapi popularitas Coca-Cola.

Dua minuman dengan rasa dan bentuk botol yang nyaris sama ini memang marak dijumpai di berbagai restoran cepat saji di berbagai pelosok dunia.

Persaingannya telah lama di kenal dengan sebutan `Soda Wars` atau perang soda. Ada juga yang menyebutnya The Coca-Cola Wars.

Dengan bentuk botol dan rasa yang nyaris sama, dua perusahaan minuman bersoda terus bergelut memasuki pasar-pasar makanan cepat saji termasuk KFC, Pizza Hut dan McDonald's.

Namun faktanya, berbagai restoran cepat saji yang menjamur di sejumlah negara punya pilihan sendiri di antara dua minuman tersebut.

Dengan banyaknya perusahaan cepat saji yang memilih Coca-Cola, minuman tersebut menjadi raja di yang mendominasi industri tersebut.

Hingga saat ini, Coca-Cola telah bekerjasama dengan 23 perusahaan besar seperti Burger King, Wendy's, McDonald's dan Pizza Papa Johns.

Jauh di bawahnya, Pepsi hanya mampu menembus masuk 11 restoran cepat saji termasuk Buffalo Wild Wings yang kontraknya baru saja berpindah tangan dari Coca-Cola ke pihaknya.

5 dari 6 halaman

Lahirkan Merek Terkenal Lain

Tak hanya meluncurkan minuman bersoda, Coca-Cola juga terkenal dengan berbagai merek minuman dan makanan ringan. Hingga 2011, Coca-Cola telah memiliki 20 merek ternama.

15 nama diantaranya mampu mencetak volume penjualan hingga bernilai US$ 1 miliar. Diantaranya adalah Sprite, Fanta, Minute Maid, dan Caprisun.

Tak ketinggalan, Pepsi juga membawahi sejumlah merek makanan dan minuman ringan seperti Lay's, Ruffles, Quaker dan Cheetos. Hingga 2011, Pepsi telah memiliki 24 merek lain melalui sejumlah anak perusahaannya.

Berbicara mengenai logo, masing-masing dari perusahaan minuman bersoda itu telah berganti logo selama 11 kali. Pepsi terakhir mengganti logonya pada 2008, sementara Coca-Cola meluncurkan label terbarunya pada 2009. (Sis/Nrm)

Artikel Selanjutnya
Punya Bisnis Serupa 7-Eleven, Ritel Ini Mampu Bertahan
Artikel Selanjutnya
Penyebab Bisnis 7-Eleven Tumbang di Indonesia