Sukses

Ekonomi RI Tumbuh Melambat, Rupiah Tersungkur

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal III 2014 tumbuh melambat menjadi 5,01 persen. Akibatnya, nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menyentuh level Rp 12.200 per dolar AS.

Data valuta asing Bloomberg, Kamis (6/11/2014), nilai tukar rupiah melemah 0,11 persen ke level Rp 12.175 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah sebelumnya juga ditutup melemah di level Rp 12.161 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah juga tercatat sempat menyentuh level Rp 12.195 per dolar AS pada perdagangan pukul 8:23 waktu Jakarta. Sejauh ini, rupiah masih berfluktuasi melemah dan bertengger di kisaran Rp 12.157 per dolar AS hingga Rp 12.200 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terkoreksi 87 poin ke level Rp 12.179 per dolar AS.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat nilai tukar rupiah kian tertekan. Sementara secara kumulatif (kuartal I sampai III), ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen.

Pelaku pasar melihat dengan perlambatan ekonomi tersebut , kemungkinan besar juga akan terjadi sampai akhir tahun ini. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya, beberapa portofolio dalam bentuk rupiah ditarik dan menyimpan dolar AS.

Karena aksi tersebut, permintaan terhadap dolar AS pun meningkat sehingga nilai tukar rupiah melemah.

Selain itu, data euro yang memburuk membuat nilai tukar dolar menguat juga menambah tekanan pada rupiah.

Ekonom Bank Saudara Rully Nova memprediksi nilai tukar rupiah masih akan bertengger di kisaran Rp 12.000 per dolar AS hingga Rp 12.200 per dolar AS hingga akhir pekan. (Sis/Gdn)

Artikel Selanjutnya
BI Ramal Ekonomi Indonesia Kuartal III Tumbuh 5,2 Persen
Artikel Selanjutnya
Gubernur BI Ungkap Sebab Ekonomi RI Tumbuh 5,01% di Kuartal 2