Sukses

Studi: Orang Kaya Lebih Gampang Bohong dan Curang

Liputan6.com, New York - Bukan rahasia lagi, banyak orang kaya yang seringkali menunjukkan sikap buruk, mulai dari angkuh hingga kebiasaan berbuat seenaknya. Tapi apakah menjadi kaya membuat Anda menjadi seseorang yang senang bersikap buruk?.

Mengutip laman Business Insider, Sabtu (6/12/2014), sebuah riset dari University of California menunjukkan bahwa orang kaya memang cenderung bersikap seenaknya dan tidak etis.

Psikolog University of California Dacher Keltner melakukan sejumlah eksperimen luar biasa yang mampu menunjukkan bahwa orang kaya cenderung mudah berbohong dan selingkuh.

Dalam sebuah studi, Keltner dan rekannya Paul Piff menyimpan sejumlah kamera di jalanan kota khususnya di perempatan dengan lampu merah. Orang-orang yang mengedarai mobil mahal ternyata empat kali lipat lebih sering menyalip pengendara mobil murah di depannya.

Kedua peneliti tersebut lantas menyimpan kamera di tempat-tempat penyeberangan, Hasilnya, para pengendara mobil murah lebih menghargai para pejalan kaki.

Sementara pengendara mobil mahal lebih sering mengabaikan para pejalan kaki saat sedang berkendara.

"Saat Anda memiliki kekayaan lebih besar, Anda cenderung melanggar peraturan, berbohong, berbuat curang, hingga mengabaikan orang miskin," ungkap Keltner.

Tak hanya itu, kedua psikolog tersebut juga mengundang sejumlah orang kaya ke laboratoriumnya. Kemudian para orang kaya tersebut diberikan sejumlah tugas.

Di luar laboratorium terdapat setoples permen. Di sampingnya terdapat tanda bahwa permen hanya untuk anak kecil.

Pada saat itu, orang-orang kaya cenderung mengambil permen dan mengabaikan tanda tersebut. Jadi bicara soal menjadi orang baik dengan memperdulikan orang lain, maka penduduk kaya tampak kurang memiliki kualitas humanis yang baik. (Sis/Nrm)

Artikel Selanjutnya
Ini 7 Ciri Mengejutkan Orang dengan IQ Tinggi, Anda Termasuk?
Artikel Selanjutnya
Ini 4 Cara Menanggapi Pembohong