Sukses

Harga BBM Lebih Mahal dari Hitungan ICW Dinilai Wajar

Pengamat menilai, harga BBM yang ditetapkan pemerintah lebih mahal merupakan hal wajar karena badan usaha juga ingin mendapatkan untung.

Liputan6.com, Jakarta - Perbedaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah dengan yang dihitung Indonesian Corruption Watch (ICW) dianggap wajar.

Founder ReforMiner Institute, Priagung Rakhmanti menyatakan harga BBM yang ditetapkan pemerintah lebih mahal merupakan suatu kewajaran, karena badan usaha juga perlu mengambil keuntungan dari usahanya.

"Bagi saya bukan di situ karena tetap ada ruang bagi pelaku mendapatkan untung dalam melakukan kegiatannya," kata Priagung, di Jakarta, Rabu (7/1/2014).

Priagung pun mempertanyakan maksud ICW melakukan kajian terhadap harga BBM. Ia pun tidak mengetahui formula harga perhitungan yang dipakai ICW.

"Saya tidak tahu hitungannya sperti apa, bisa saja ada asumsi berbeda, poin meneliti untuk apa?," tutur Priagung.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan harga BBM RON 88 atau Premium turun menjadi Rp 7.600 pada 1 Januari 2015  masih mahal dari harga keekonomian. Berdasarkan perhitungan ICW harga keekonomian premium hanya Rp 7.013,67 per liter.

Sedangkan patokan harga BBM solar Januari 2015 adalah Rp 6.607,53 per liter. Jadi, beban subsidi BBM solar yang ditanggung oleh pemerintah bukan Rp 1.000 per liter melainkan Rp 303,18 per liter. (Pew/Ahm)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.