Sukses

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS

Liputan6.com, Chicago - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange anjlok pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir Xinhua, Sabtu (25/7/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus merosot US$ 8,6 atau 0,79 persen menjadi US$ 1.085,5 per ounce. Harga emas turun sekitar 4,1 persen untuk  pekan ini.

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Indeks dolar  AS naik 0,07 persen menjadi 97,27. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Harga emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik, emas berjangka akan jatuh. Hal itu terjadi karena emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memiliki mata uang selain dolar AS.

Laporan penjualan rumah baru dirilis dari Departemen Perdagangan AS memberikan dukungan sedikit untuk emas karena menunjukkan penjualan jatuh 6,8 persen ke tingkat tahunan yang lebih rendah dari perkiraan 482.000. Meskipun laporan ini,  analis menilai pemulihan pasar perumahan secara keseluruhan tetap utuh.

Harga perak untuk pengiriman September turun US$ 21,3 sen, atau 1,46 persen menjadi US$ 14.488 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 0,4 dolar atau 0,04 persen menjadi US$ 980,7 per ounce. (Ndw/Nrm)

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Melonjak Usai Wall Street dan Dolar AS Tertekan
Artikel Selanjutnya
Rupiah Tertekan, Konflik Korea Utara Jadi Penyebabnya