Sukses

Perhatian Investor Teralihkan ke Suku Bunga Picu Wall Street Naik

Liputan6.com, New York - Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi Jakarta) usai pergerakannya melemah selama lima hari berturut-turut.

Hal itu dipicu perhatian investor yang kini bergeser dari masalah ekuitas di China, fokus ke perolehan pendapatan perusahaan-perusahaan di AS dan spekulasi jika kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve akan terjadi pada Desember.

Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencatat kenaikan keuntungan lebih dari 1 persen, sedangkan Nasdaq Composite tertinggal sedikit dibawahnya.

Dalam penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 1,09 persen mengakhiri sesi di posisi 17.630,27. Sementara indeks S&P 500 naik 1,24 persen menjadi 2.093,25 poin dan indeks Nasdaq Composite bertambah 0,98 persen menjadi 5.089,21 poin, mengutip Reuters.

Indeks S & P telah tenggelam selama seminggu terakhir, dari kisaran yang diperdagangkan sejak Februari, meski beberapa investor bertaruh pasar akan kembali bangkit.

"Indeks S&P telah turun lima hari berturut-turut dan banyak orang yang mulai menggigit jarinya," kata Michael Matousek, Kepala Trader US Global Investors Inc di San Antonio, yang mengelola dana hingga US$ 1 miliar.

Menurut Matousek, sentimen pasar juga tercermin dari harapan jika The Fed baru akan menunggu sampai Desember, bukan September, untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006.

Pada pertemuan The Fed selama dua hari yang berakhir pada Rabu ini, investor terus mencari petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga.

"September mungkin (suku bunga naik) tetapi kemungkinan kenaikan suku bunga terjadi pada Desember juga meningkat," kata Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas US Bank Wealth Management di Minneapolis.

Semua indeks 10 besar S&P 500 naik, didorong indeks saham energi seiring pulihnya harga minyak dari posisi terendah dalam enam bulan.

Namun, kepercayaan konsumen AS melemah pada bulan Juli ke level terendah sejak September, karena sebagian kurang optimis tentang pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, ketidakpastian yang sedang berlangsung terkait dengan pasar saham China, yang ditutup melemah lagi pada Selasa teralihkan ke masalah pendapatan perusahaan-perusahaan di AS.

"Laba tumbuh tapi sangat lambat. Kekhawatiran terbesar di pasar adalah kurangnya pertumbuhan di top-line dan bagaimana pertumbuhan yang akan datang," kata Tim Courtney, Kepala Investasi Exencial Wealth Advisors.

Sebagai contoh saham Twitter (TWTR.N) yang melonjak 5,2 persen dan Gilead Sciences (GILD.O) naik 3 persen setelah kedua perusahaan membukukan hasil kuartalan kedua mereka.

Sekitar 7,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata harian 6,7 miliar sepanjang bulan ini.(Nrm/Igw)

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Melonjak Usai Wall Street dan Dolar AS Tertekan