Sukses

Menanti Rapat The Fed, Bursa Asia Menguat

Liputan6.com, Sydney - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (Bursa Asia) menguat untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir. Kenaikan tersebut mengikuti Wall Street dan juga bursa saham di Eropa. pelaku pasar tertuju kepada kebijakan moneter yang akan dikeluarkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Mengutip Bloomberg, Rabu (29/7/2015), Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,4 persen menjadi 140,85 pada pukul 09.02 waktu Tokyo, Jepang. Sentimen yang mempengaruhi pergerakan Bursa Asia adalah sentimen global yaitu laba yang baik dari beberapa emiten yang produknya mendunia seperti Pfizer Co. dan Ford Motor Co.

Indeks Topix Jepang naik 0,5 persen, Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,4 persen, Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru hanya sedikit berubah.

Dalam melakukan transaksi pada hari ini, pelaku pasar akan melihat kebijakan yang akan ditempuh oleh The Fed di tengah jatuhnya harga komoditas dunia dan juga gejolak di pasar keuangan China.

"Dalam beberapa hari terakhir banyak saham-saham telah menuju ke level terendah, ini saat untuk mengambil aksi ketika saham-saham tersebut rebound," jelas Analis AMP Capital Investors Ltd., Nader Naeimi.

Setelah itu, pelaku pasar akan melihat langkah-langkah yang akan dilakukan oleh The Fed. Bank Sentral As tidak bisa tutup mata dengan kondisi global yang terjadi. Perekonomian Eropa belum benar-benar pulih dan China sedang mengalami gejolak. "Jadi memang kondisi tersebut tidak bisa diabaikan," imbuhnya.

Sebagian besar ekonom melihat bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September mendatang. Kisaran kenaikan yang ada dalam konsensus sekitar 50 basis poin.

Sebelumnya Gubernur The Fed, Janet Yellen memang sudah memberikan sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Namun kapan kenaikannya dan berapa besar kenaikkannya masih akan menunggu data-data ekonomi yang mendukung. (Gdn/Nrm)

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Usai Pidato Gubernur The Fed, Bursa Asia Tertekan