Sukses

Investor Asing Beli Saham, IHSG Menanjak 90 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham menjelang akhir pekan. Hal itu ditopang dari aksi beli investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (31/7/2015), IHSG menguat 90,03 poin (1,91 persen) ke level 4.802,52. Indeks saham LQ45 naik 2,5 persen ke level 813,09. Seluruh indeks saham acuan menguat sepanjang hari ini.

Ada sebanyak 174 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 98 saham di zona merah. 99 saham lainnya diam di tempat. Transaksi perdagangan saham hari ini tidak terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham 198.812 kali dengan volume perdagangan 5,22 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,11 triliun.

Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.802,52 dan terendah 4.721,46. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham kecuali sektor saham tambang turun 1,06 persen. Sektor saham barang konsumsi menguat 3,23 persen, dan memimpin penguatan sektor saham. Lalu disusul sektor saham keuangan naik 2,6 persen, dan sektor saham manufaktur menanjak 2,36 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 400 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 300 miliar.

Saham-saham berkapitalisasi besar cenderung menguat dan penggerak indeks saham antara lain saham BBRI naik 6,95 persen ke level Rp 10.000 per saham, saham BBNI mendaki 6,25 persen ke level Rp 4.760 per saham, dan saham UNTR menanjak 5,21 persen ke level Rp 20.200 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham INCO tergelincir 6 persen ke level Rp 1.960 per saham, saham ANTM turun 3,06 persen ke level Rp 475 per saham, dan saham PTBA melemah 3,23 persen ke level Rp 6.000 per saham.

Bursa saham Asia cenderung menguat dengan indeks saham Jepang Nikkei naik 0,30 persen ke level 20.585, indeks saham Hong Kong Hang Seng menanjak 0,56 persen ke level 24.636.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan penguatan IHSG didukung aksi beli investor asing. Selain itu, pelaku pasar juga memburu sejumlah saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengingat rilis laporan keuangan emiten tidak terlalu buruk. Akan tetapi, nilai tukar rupiah melemah dapat menghentikan laju penguatan IHSG.

"Ini ada anomali. Karena ada ancaman rupiah namun investor asing juga banyak masuk ke pasar modal," ujar David saat dihubungi Liputan6.com. (Ahm/)

Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Barang Konsumsi Angkat IHSG ke Level 5.915