Sukses

Kemendag Promosikan Kopi Indonesia di World Expo Milano 2015

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan bersama Gabungan Asosiasi Eksportir Kopi (GAEKI) memperkenalkan eksotisme rasa kopi Indonesia di area World Expo Milano (WEM) 2015 melalui kegiatan cuppting and networking, display khusus serta pembagian kopi gratis selama seminggu.

Kopi yang disajikan berasal dari seluruh sentra penghasil kopi di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Bali, dan Flores, Sulawesi serta Papua. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Dirjen PEN), Nus Nuzulia Ishak menuturkan, Indonesia harus bisa menjadi penyuplai kopi peringkat pertama dunia. Karena itu, sejumlah kalangan pelaku usaha juga turut mengambil bagian dalam kegiatan di WEM 2015.

Ekspansi ke kalangan pelaku usaha dikerahkan lewat workshop dan business matching. Perwakilan Dagang (Atase Perdagangan dan ITPC) di Italia telah mengundang para stakeholder kopi Italia, baik para importir, roasters, barritas, cafe oweners hingga penikmat kopi.

Lewat kegiatan tersebut mereka dapat lebih mengenal dan langsung menjalin kerja sama bisnis dengan eksportir kopi Indonesia."Puncaknya untuk memperingati hari kopi internasional pertama, diadakan pembagian kopi luwak sekaligus penggalangan dana. Dana yang dikumpulkan dari pengunjung dunia itu selanjutnya akan diserahkan kepada para petani kopi di Indonesia," ujar Nus.

Pada 1 Oktober 2015, sebagai perayaan International Coffee Day, GAEKI bersama Paviliun Indonesia mengikuti parade negara-negara penghasil kopi yang ada di Expo diikuti dengan Global Coffee Forum. Juga hadir di Paviliun Indonesia Executive Director dari International Coffee Organization (ICO), Robério Oliveira Silva, yang menyatakan ketertarikannya akan produksi kopi Indonesia.

Sedangkan, para penikmat kopi yang hadir di Paviliun Indonesia sangat menyukai kopi Indonesia karena aromanya yang khas dan wangi.Paviliun Indonesia semakin diminati oleh pengunjung World Expo Milan 2015 setelah sebelumnya mencuri perhatian baik pengunjung, media, mau pun partisipan di World Expo Milan 2015 dengan perayaan 17 Agustus yang diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan pemecahan dua rekor dunia sekaligus, yaitu Guinness World Records dan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) atas tumpeng tertinggi dan terbesar.

Tidak disangka, pengunjung teramai Paviliun bisa mencapai angka 45,150 orang dalam satu hari. Bahkan, 28 September 2015, Paviliun Indonesia telah meraih pengunjung ke dua jutanya.

"Kesuksesan Indonesia di WEM 2015 tak lepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pihak. Citra baik Indonesia di mata dunia pada akhirnya akan menjadi kado manis bagi 70 tahun berdirinya negeri ini," imbuh Nus. (Beverly G/Ahm)

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Wonderful Indonesia Festival 2017 Siap Digelar