Sukses

Tingkatkan Daya Saing Industri, KEIN Bakal Berguru ke Habibie

Liputan6.com, Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) akan berguru kepada para pejabat pemerintahan dan pengusaha di kawakan. Langkah tersebut diambil karena KEIN ingin belajar cara meningkatkan kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sekretaris KEIN Putri Wardani mengungkapkan, KEIN tengah menyusun roadmap industrialisasi demi mengembalikan kejayaan industri Indonesia layaknya orde baru dulu. Saat itu pertumbuhan industri selalu di atas 10 persen. 

"Memang saat ini kondisi ekonomi dunia belum pulih, sehingga kemampuan ekspor turun, tapi impor naik. Ini indikasi perlu kita sikapi bersama. Kita ingin lakukan substitusi impor dengan penggunaan produk dalam negeri. Kami juga ingin pertumbuhan industri double digit seperti dahulu," kata Putri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Untuk itu, KEIN akan mengadakan beberapa pertemuan dengan pelaku industri di era orde baru layaknya Emil Salim. Bahkan, KEIN juga akan berguru ke Presiden RI di era orde baru, BJ Habibie.

"Intinya meniru pola-pola bagus yang dulu sudah dijalankan dan integrasi sistem baru sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini," ucap dia.

Putri menambahkan selama 15 tahun terakhir, diakuinya Indonesia lengah karena kala itu Indonesia ada di zona nyaman dimana komoditas andalan Indonesia memiliki harga tinggi di pasar internasional.

Seharusnya saat harga komoditas tinggi itu, kesempatan bagi sebuah negara dalam meningkatkan daya saing dan kualitas masing-masing produknya. ‎Ini langkah utama yang mempercepat menjadikan sebuah negara lebih maju.

"Tapi kondisi saat ini adalah waktu yang tepat untuk berbenah diri, kita harus meningkatkan kualitas produk-produk kita, substitusi impor, kita ciptakan lapangan kerja," cerita Putri. (Yas/Gdn)‎

Artikel Selanjutnya
Pembangunan Infrastruktur Gencar, Peringkat Daya Saing RI Meroket
Artikel Selanjutnya
BI: UMKM Kunci Penciptaan Sumber Ekonomi Baru RI