Sukses

Mentan Canangkan Satu Juta Integrasi Jagung - Sawit

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan nasional khususnya sektor pertanian dibutuhkan sinergitas antara komoditas tanaman perkebunan dengan tanaman pangan.

Oleh karena itu, program integrasi Jagung - Sawit dari tanaman perkebunan dengan tanaman pangan menjadi tema Kunjungan Kerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di desa Koto Baru kecamatan Luhak Nan Duo, kabupaten Pasaman Barat, provinisi Sumatera Barat, Jum’at (27/05) lalu.

Sejalan dengan isu moratorium sawit, Pasaman Barat telah mengantisipasi dengan penderasan program Replanting perkebunan sawit rakyat. Sawit yang di Replanting adalah sawit yang sudah berumur di atas 20 tahun. Selama periode sawit tersebut belum produktif, sampai dengan umur 3-4 tahun, petani sawit belum memiliki pendapatan dari hasil sawitnya.

Diketahui bahwa luas areal kelapa sawit tahun 2015 sebesar 11,3 juta ha, merupakan 48,6% luas total areal perkebunan sebesar 23,25 juta ha. 4,58 juta ha merupkan perkebunan rakyat, 750 ribu ha perkebunan besar Negara, dan 5,97 juta ha perkebunan besar swasta.

Keuntungan dengan adanya tanaman sela yaitu efisiensi pemanfaatan lahan usaha tani, produktivitas dapat lebih meningkat, pendapatan petani lebih meningkat, pemakaian input lebih efisien, ada jaminan pendapatan usaha tani, memaksimalkan pendapatan usaha tani, serta meningkatkan lapangan kerja Dengan keadaan tersebut petani dapat dibantu dengan menerapkan tanaman sela yang dapat menjadi pendapatan petani, salah satu pilihan tanaman selanya adalah jagung.

Selama menunggu sawit berbuah, jagung dapat ditanam antara 10 sampai dengan 12 kali musim tanam dengan provitas 4-5 ton/ha, yang pastinya akan pendongkrak produksi jagung Nasional. Di Pasaman Barat integrasi tanaman perkebunan dan tanaman pangan tersebut hingga saat ini sudah berjalan sebanyak 1.600 ha. Target kedepannya sebanyak akan dilakukan untuk lahan integrasi sebanyak 17.000 ha.

Dari sejumlah bantuan Kementan yang diberikan secara simbolis oleh Mentan berupa benih padi, bibit karet, dan bibit kelapa sawit, pada kesempatan tersebut Mentan juga memberikan bantuan berupa benih jagung 40.000 ha untuk tahun 2016 dan tambahan alat corn seller sebanyak 12 unit, handtraktor 10 unit, dan combine harvester sebanyak 5 unit untuk Pasaman Barat. Hadir pada Kunjungan Kerja tersebut Wakil Gurbenur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Bupati Pasaman Barat, Syahiran, beserta unsur muspida.

(Adv)

 

Artikel Selanjutnya
Kementan Dorong Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Lahan Gambut
Artikel Selanjutnya
2,4 Juta Ha Perkebunan Sawit Perlu Peremajaan Kembali