Sukses

3 Kementerian Sepakati Target Harga Komoditas Strategis

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan pangan khususnya komoditas yang harganya sedang bergejolak, yakni beras, daging sapi, bawang merah dan gula menjelang bulan Puasa dan Lebaran Tahun 2016.

Upaya dalam memenuhi pasokan komoditas tersebut akan dimobilisasi dari hasil produksi dalam negeri dan melalui impor untuk menekan harga di pasar. Demikian disampaikanAmran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Pangan Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/5) lalu seperti di lansir website Kementerian Pertanian RI.

Rapat koordinasi dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Negara BUMN, Pejabat Eselon I dari Kementerian terkait, Aster KASAD, Kepala BMKG, kepala BPS dan Dirut Perum Bulog serta Dirut PTPN X. Pada rapat tersebut 3 Kementerian menyepakati target harga untuk 4 (empat) komoditas strategis, sebagai berikut :

Bawang merah, tingkat petani Rp15.000/ kg (konde kering) dan di tingkat konsumen Rp25.500/ kg Untuk Beras medium harga di tingkat petani (HPP) Rp. 7.300 / kg; dan di tingkat konsumen Rp. 9.500/kg. Pemerintah melalui Bulog akan memasok beras ke pasar sejumlah 400.000 ton sampai dengan Hari Raya Idul Fitri. Kemudian komoditas untuk gula Pasir di tingkat petani (HPP) Rp 9.100/ kg dan di tingkat konsumen Rp 12.500 /kg.

Pemerintah juga telah menambah pasok dengan menugaskan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebanyak 180.000 ton. Selain itu Pemerintah juga akan menugaskan PTPN X dan PT Rajawali Nusantara Indonesia untuk mengimpor gula mentah sebanyak 381.000 ton untuk diolah menjadi gula konsumsi.

Untuk daging Sapi, sesuai arahan Presiden RI, Pemerintah menargetkan harga daging sapi yakni Rp 80.000/kg. Untuk memenuhi kekurangan pasok daging sapi selama puasa dan lebaran, Pemerintah telah menambah pasok dengan menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor 10.000 ton, PT Berdikari mengimpor 5.000 ton serta PD Dharmajaya mengimpor 500 ton.

Rapat Koordinasi Pangan ini merupakan upaya Pemerintah untuk mengantisipasi ketersediaan dan gejolak harga pangan menjelang bulan Puasa dan Lebaran tahun 2016. Ke depannya, koordinasi dan sinergi lintas kementerian ini akan dilakukan secara berkala untuk menekan harga komoditas yang masih tinggi.

"Kami ingin merubah struktur pasar baru, rantai pasok pangan diperpendek. Petani tidak perlu khawatir, Bulog siap serap. Petani untung, petani tersenyum, dan ada ruang untuk pedagang,” tandas Amran.

(Adv)