Sukses

Pastikan Harga Daging Stabil, Mentan Kunjungi Pasar Jatinegara

Liputan6.com, Jakarta Setelah sehari sebelumnya mengunjungi Pasar Cipulir, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Santa, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, kembali memantau secara langsung perkembangan harga daging sapi di Pasar Jatinegara, hari ini, Jumat (1/7). Hal ini sebagai upaya untuk memastikan harga daging sapi di pasaran stabil beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mentan tiba di Pasar Jatinegara sekitar pukul 5 pagi hari dan langsung menuju lokasi penjualan daging sapi. Berdasarkan pantauan, harga daging sapi segar di Pasar Jatinegara dijual pada kisaran Rp.85.000 per kg dan daging beku (frozen) pada kisaran Rp.70.000 - Rp 80.000 per kg.

Menanggapi isu akan terjadi kenaikan harga daging sapi menjadi Rp.130.000 - Rp.140.000 per kg menjelang Hari Raya Idul Fitri (H-3), Mentan mengatakan sudah meminta jajaran di Ditjen Peternakan untuk menyurati feedloter dan importir agar tidak menaikkan harga.

"Jika ada yang mempermainkan harga maka akan diberikan peringatan. Kalau masih dilakukan kita akan kurangi jatah impor, dan bisa dicabut rekomendasinya. Yang diberikan rekomendasi (impor) adalah yang mau membantu rakyat kecil," jelasnya.

Mentan juga menyampaikan bahwa daging sapi frozen akan terus-menerus tersedia di pasar tradisional, bukan hanya selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Selama ini belum pernah ada daging frozen masuk ke pasar tradisional. Kita akan cabut aturan atau regulasi yang membatasi (daging frozen masuk ke pasar tradisional). Tidak akan dibatasi untuk mensuplai kebutuhan masyarakat kecil," jelas Mentan.

Sehari sebelumnya (30/6), untuk memantau perkembangan harga daging sapi, Mentan juga melakukan sidak ke tiga pasar tradisional di Jakarta yakni Pasar Cipulir, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Santa.

Kementerian Pertanian bersama dengan sejumlah perusahaan melakukan operasi pasar besar-besaran untuk menekan harga daging sapi selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Operasi pasar ini difokuskan di 18 pasar tradisional di wilayah Jabodetabek sebagai upaya untuk menekan harga daging sapi di pasaran sehingga masyarakat dapat menikmati daging dengan harga yang terjangkau.

(Adv)