Sukses

Top 3: Daftar Diktator yang Doyan Foya-Foya

Liputan6.com, Jakarta - Seorang diktator dikenal sebagai sosok pemimpin negara yang memerintah secara otoriter. Banyak di antara mereka yang mampu meraih jabatan yang dimiliki dengan cara kekerasan. Tak heran, cara kepemimpinan juga sering mendapat penolakan dari penduduk negara.

Banyak dari diktator yang menikmati harta dan kekuasaan besar di saat rakyatnya tengah dihadapkan pada kondisi memprihatinkan. Mereka menggunakan harta dan kekayaan untuk memperkaya diri sendiri. Padahal, harta tersebut sebenarnya ditunjukkan untuk memakmurkan rakyat di negaranya.

Artikel mengenai pemimpin diktator yang memperkaya diri sendiri tersebut menjadi artikel yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut tiga artikel terpopuler di kanal Bisnis Liputan6.com pada Rabu (7/9/2016):

1. 7 Diktator yang Doyan Foya-foya dan Hidup Mewah

Dennis Sassou Nguesso menjadi salah satu diktator yang senang hidup mewah. Dennis adalah salah satu presiden asal Afrika yang menggunakan harta negaranya untuk kepentingan pribadi.

Saat memerintah di Kongo, Sassou dan keluarganya dilaporkan menghabiskan jutaan dolar untuk liburan. Ia menghabiskan uang hingga US$ 400 ribu atau Rp 5,2 miliar untuk biaya hotel saat menginap di New York.

Dia juga senang berbelanja menggunakan kartu kredit. Tagihan kartu kreditnya mencapai lebih dari US$ 10 ribu atau setara Rp 131 juta. 

Berita selengkapnya baca di sini.

2. Mau Ikut Tax Amnesty, Tunggakan Pajak Harus Dilunasi

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi menyatakan, Wajib Pajak (WP) yang ingin mendapatkan pengampunan pajak (tax amnesty) harus lebih dulu melunasi tunggakan pajak.

Membayar tunggakan pajak adalah salah satu syarat pengajuan tax amnesty dan bukti pelunasan harus dilampirkan dalam Surat Pernyataan. "Kalau orang mau ikut tax amnesty, harus bayar dulu dong tunggakan pajaknya," ujar Ken.

Diakuinya, nilai tunggakan pajak yang belum dibayar dari WP hingga saat ini mencapai Rp 57 triliun. Jika WP tidak melunasi, Ditjen Pajak mengancam akan melakukan penyanderaan.

Berita selengkapnya baca di sini.

3. Digaji Rp 219 Juta, Apa Saja Tugas Pembantu Istana Inggris?

Baru-baru ini The Royal Household Istana Buckingham baru menerbitkan lowongan pekerjaan sebagai asisten pembantu Istana. Tak tanggung-tanggung, gaji yang ditawarkan dalam posisi ini sangatlah besar. Apabila diterima, pegawai akan digaji 16.755 pound sterling atau setara dengan Rp 219 juta per tahun.

Dengan gaji yang sangat besar, tentulah banyak orang yang terarik dengan lowongan ini. Apalagi pihak istana tidak menetapkan syarat yang terlalu ketat untuk pelamar. Lalu apa saja tugas asisten pembantu ini apabila terpilih?

Berita selengkapnya baca di sini.