Sukses

Top 3: Kalimat yang Bisa Bikin Bersemangat

Liputan6.com, Jakarta - Kehilangan semangat dalam bekerja merupakan hal biasa. Letih, bosan dan kurang konsentrasi menjadi salah satu penyebabnya. Oleh karena itu, sebuah motivasi menjadi hal yang penting agar semangat dalam bekerja kembali bergelora.

Ternyata, ada kata-kata yang bisa memberikan motivasi agar bisa kembali bergelora dalam bekerja. Kata-kata tersebut diucapkan oleh beberapa orang terkenal.

Artikel mengenai kalimat yang bisa membuat orang tak mau bermalas-malasan dan kembali bersemangat menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca.

Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak. Lengkapnya, berikut 3 artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu (25/9/2016):

1. 10 Kalimat Ini Pasti Bikin Kamu Ogah Bermalas-malasan

Sering kehilangan konsentrasi saat bekerja? Bisa jadi kamu butuh motivasi. Ternyata motivasi bisa juga datang dari kata-kata, loh!

Berikut kata-kata motivasi dari orang terkenal di dunia. Kalimat pertama adalah “Kesenangan dalam sebuah pekerjaan membuat kesempurnaan pada hasil yang dicapai.”

Kalimat ini diucapkan oleh Aristoteles. Dengan kalimat ini menjadikan pekerjaan sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Berita selengkapnya baca di sini.

2. Deklarasi dan Repatriasi Harta Tax Amnesty Capai Rp 1.662 Triliun

Pengungkapan harta atau deklarasi harta dan repatriasi harta dalam program pengampunan pajak (tax amensty) telah tembus angka Rp 1.662 triliun. Sedangkan uang tebusan yang telah diterima oleh negara mencapai Rp 39,7 triliun.

Mengutip dashboard amnesti pajak, total pengungkapan harta dan juga repatriasi terhitung pada pukul 10.00 WIB mencapai Rp 1.662 triliun.

Dari total deklarasi dan repatriasi tersebut, sebanyak Rp 1.119 triliun merupakan deklarasi harta yang ada di dalam negeri. Selain itu, sebanyak Rp 452 triliun merupakan deklarasi harga yang ada di luar negeri. Untuk repatriasi, nilainya tercatat Rp 90,5 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini.

3. Ini Sebab Utang Pemerintah Meningkat di Agustus 2016

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) menyatakan hingga akhir Agustus 2016, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.438,29 triliun. Angka ini naik Rp 78,47 triliun dibandingkan akhir Juli 2016, yang sebesar Rp 3.359,82 triliun.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan DJPPR Kemenkeu Scenaider CH Siahaan mengatakan, kenaikan total utang pada Agustus ini bersumber dari penarikan utang baru sebesar Rp 54,26 triliun.

Sementara penarikan utang periode Januari-Agustus 2016 mencapai sebesar 340,41 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan penarikan utang periode yang sama pada 2015 mencapai sebesar Rp 262,54 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini.