Sukses

Top 3: Tips Sukses Ala Pendiri Zara

Liputan6.com, Jakarta - Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Warren Buffett dan Bill Gates. Keduanya nama tersebut masuk jajaran orang terkaya di dunia.

Bagaimana dengan Amancio Ortega? Anda tentu belum cukup akrab dengan nama tersebut. Padahal sebenarnya, Ortega masuk juga dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Menariknya, Ortega justru terkesan menghindari media di saat kekayaannya tumbuh hingga US$ 77 miliar atau di atas Warren Buffet.

Artikel mengenai Amancio Ortega ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu ada juga artikel lain yang layak untuk Anda simak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (13/10/2016) sore:

1. 5 Nasihat dari Orang Miskin yang Jadi Miliarder Terkaya Dunia

Amancio Ortega merupakan salah satu miliarder dunia. Pria asal Spanyol tersebut terkesan menghindari media di saat kekayaannya tumbuh hingga US$ 77 miliar.

Tidak hanya itu saja, dia juga memiliki toko retail yang tersebar di 100 negara berbeda dan menjadi pemilik merk Massimo Dutti dan Pull & Bear.

Anda yang berprofesi sebagai entrepreneur dapat mengambil pelajaran lewat perjalanan sukses Amancio Ortega berikut ini.

Berita selengkapnya baca di sini.

2. 10 Negara dengan Biaya Pendidikan Termurah di Dunia

Analisis yang dilakukan oleh Times Higher Education mengungkap rincian biaya yang harus dikeluarkan pelajar untuk menuntut ilmu di 200 universitas terkemuka dunia. Dalam hasil survei tersebut, ada beberapa negara yang menawarkan biaya kuliah paling murah.

Menurut hasil survei negara di Asia Selatan seperti Bangladesh dan India memiliki biaya kuliah yang tidak terlalu mahal. Negara Eropa lain seperti Polandia dan Norwegia juga mampu masuk dalam peringkat sepuluh besar.

Berita selengkapnya baca di sini.

3. Sri Mulyani: Rupiah Menguat karena Tax Amnesty

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tantangan global yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Hal tersebut disampaikan setelah Sri Mulyani mengikuti pertemuan tahunan dengan IMF dan Bank Dunia.

Sri menerangkan, dalam pertemuan itu Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve Janet Yallen memaparkan rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Pasalnya, kondisi perekonomian negara adidaya tersebut dianggap telah cukup.

Berita selengkapnya baca di sini.