Sukses

Menko Puan Ingin Produk Seni Budaya Jadi Peluang Usaha

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mendorong seni budaya Indonesia memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Puan mengatakan, Indonesia memiliki produk seni budaya beragam. Namun seharusnya tidak hanya menjadi ekspresi nilai budaya saja, tetapi juga punya nilai ekonomi sehingga mampu memenuhi tuntutan zaman dengan membuka peluang usaha.

"Produk kita beragam, batik, jamu, seni tarian, tumbuh di masyarakat. Ini bukan hanya ekspresi nilai budaya,tapi dituntut ekonomis," kata Puan, saat membuka pekan produk budaya Indonesia 2016, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Puan mengakui, untuk menjadikan seni budaya sebagai peluang usaha masih terbentur dengan permodalan. Akan tetapi, hal tersebut bukan menjadi masalah besar, karena pemerintah telah memberikan solusi menyediakan kredit untuk Usaha Mikro Kecil Menengah ‎(UMKM) sebanyak Rp 120 triliun, melalui Kementerian Koperasi dan UMKM.

"Tantangan kita hadapi dalam usaha rakyat berbasis budaya umumnya terbentur masalah permodalan. Padahal Pemerintah memberikan modal kredit Rp 120 triliun," ujar dia.

Puan menuturkan, selain memfasilitasi modal, Pemerintah juga siap meningkatkan produk usaha yang dilakukan Kementerian Perindustrian, dan pemasaran produk yang dilakukan Kementerian Perdagangan.

"Hal ini bisa terintegrasi dengan instansi Pemerintah, sehingga produk ditampilkan utuh lebih luas. Masyarakat me‎ngetahui produk apa saja yang dimiliki," tutur Puan.
1 dari 2 halaman

Penyelenggaran Pekan Produk Budaya RI

Penyelenggaraan Pekan Produk Budaya RI

Beragam budaya Indonesia yang berasal dari 27 Provinsi sedang dipamerkan dalam acara pekan produk budaya Indonesia 2016 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum  Kementerian Dalam Negeri Soedarmo‎ mengatakan, acara yang diselenggarakan dari 19 hingga 22 Oktober 2016 ini sudah 10 kali dilaksanakan. Acara ini merupakan implementasi dari nilai revolusi mental integritas, etos kerja, dan gotong royong.

"Dilihat dari keterlibatan Pemerintah Pusat dan Daerah yang bahu membahu mensukseskan acara ini. Bahkan, dari dukungan dunia usaha BUMN swasta nasional, komunitas," kata Soed‎armo, saat membuka pekan produk budaya Indonesia 2016.

‎Soedarmo menyebutkan, acara  menampilkan 125 pagelaran seni budaya, dan lima konferensi tentang seni budaya, tersebut diikuti  220 peserta dari 27 provinsi, 15 Kementerian Lembaga,148 Kabupaten Kota, 30 dunia usaha dan komunitas.

"Produk yang ditampilkan merupakan produk unggulan berbasis budaya kreatif, menampilkan 16 warisan budaya dan alam dunia, dan budaya benda yang diakui UNESCO," tutur Soedarmo.

Soedarmo menuturkan, produk seni budaya yang beranekaragam disentuh dengan kreativitas akan mampu bersaing dan menjadi incaran dunia sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Suksesnya penyelenggaraan ini,tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Kegiatan meliputi pameran gelar seni budaya,konferensi dan forum. Ada juga kegiatan lomba karnaval dan kegiatan sosial," tutur Soedarmo. (Pew/Ahm)