Sukses

Top 3: BI Tarik 7 Pecahan Rupiah

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mencabut dan menarik beberapa pecahan uang Rupiah pada November 2016 ini. Pencabutan dan penarikan beberapa uang Rupiah dituangkan melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/27/PBI/2006.

Uang rupiah yang dicabut dan ditarik terdiri dari empat pecahan uang kertas dan tiga pecahan uang logam.

"Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, penukaran masih dapat dilakukan di Bank Indonesia hingga 29 November 2016," menurut penjelasan BI.

Artikel mengenai penarikan pecahan rupiah tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis? Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis seperti dirangkum pada Kamis sore (3/11/2016):

1. Ingat, BI Tarik 7 Pecahan Rupiah pada November Ini

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mencabut dan menarik beberapa pecahan uang Rupiah pada November 2016 ini.

Adapun pecahan uang tersebut, terdiri dari uang kertas Rp 5.000 (tahun emisi 1992). Uang ini berwarna latar hijau dengan gambar orang utan pada salah satu sisi mukanya.

Kemudian Rp 1.000 dengan tahun emisi 1992. Uang kertas ini berwarna biru dengan gambar lompat batu Pulau Nias pada salah satu sisi mukanya.

Berita selengkapnya baca di sini.

2. Kata Menteri Susi soal Demo 4 November

Rencana aksi demo besar-besaran yang akan digelar pada Jumat, 4 November 2016 esok akan berdampak pada kegiatan di DKI Jakarta. Termasuk pada kegiatan para pegawai negeri sipil (PNS) yang berkantor di wilayah yang dilewati oleh pendemo.

Menanggapi hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, ia belum bisa memastikan dampak dari rencana aksi ini. Menurut dia, harus dilihat situasi di lapangan nanti terkait dengan berjalannya aksi demo ini.

"Kita lihat nanti situasi terakhir," ujar dia dalam acara Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

Berita selengkapnya baca di sini.

3. Pengusaha Antisipasi Demo 4 November

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku para pelaku usaha cemas dengan demo besar sejumlah organisasi masyarakat (ormas) kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Jumat, 4 November 2016.

Pengusaha takut demo akan berujung anarki dan berdampak terganggunya stabilitas keamanan dan iklim investasi di dalam negeri.

"Walaupun sebagian besar pengusaha akan tetap menjalankan kegiatan rutin, banyak yang waswas," ‎kata Ketua Apindo, Shinta Widjaja Kamdani.

Berita selengkapnya baca di sini.