Sukses

PGN Bakal Tambah Konsumen Gas Bumi di Sorong

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN berencana menambah konsumen dengan mengembangkan jaringan gas bumi, di Sorong, Papua Barat. Hal ini disebabkan oleh antusiasme masyarakat yang ingin menggunakan energi tersebut.

Sales Area Head PGN Area Sorong Alif Pramudya Riza mengatakan, ‎saat ini PGN melayani 762 rumah tangga di Sorong. Masyarakat tersebut cukup antusias menggunakan energi bersih tersebut.

"Masyrakat Sorong antusias pakai gas bumi," ‎kata Alif, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, seperti ditulis Kamis (24/11/2016).

Alif menuturkan, PGN berencana menambah 3.898 sambungan gas rumah tangga dalam dua tahun. Perseroan sedang mengkaji untuk mewujudkannya.

"Pengembangan, ada rencana tapi masih menunggu kajian PGN pusat. 3.898 sambung rumah tangga untuk di Sorong hingga dua tahun ke depan," ujar dia.

Alif melanjutkan, pasokan gas bumi PGN juga diharapkan oleh pengguna komersial yaitu hotel dan restoran. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya pariwisata di wilayah tersebut.

Namun, saat ini permintaan tersebut belum bisa dipenuhi karena harus dilakukan penyambungan pipa sepanjang 25 Kilometer (Km) terlebih dahulu.

"Ada permintaan, itukan dari titik saat ini ke hotel dan restoran untuk komersial jaraknya 25 Km. Kami butuh investasi besar untuk  ini masih menunggu kajian dari pusat‎," tutur Alif.

‎Alif menyatakan, gas bumi PGN diminati di Sorong. Lantaran dengan menggunakan gas bumi ada kepastian pasokan, sehingga tidak perlu kesulitan mencari bahan ‎bakar, yang terkadang antre untuk mendapatkannya.

"Karena gas bumi menggantikan LPG dan minyak tanah, sangat efisien tidak perlu antre dan  tidak memerlukan tempat khusus untuk menyimpannya," tutur Alif.

Alif melanjutkan, harga gas bumi juga lebih murah dari ‎Liquified Natural Gas (LPG). Untuk satu tabung LPG ukuran 12 Kilo gram (Kg) masyarakat mengeluarkan Rp 300 ribu per tabung, sedangkan gas bumi hanya Rp 6.500 per meter kubiknya. "LPG di samping antre juga mahal untuk ukuran 12 Kg, harganya Rp 300 ribu," tutur  Alif.

Artikel Selanjutnya
Mendag Paparkan Bukti Harga Pangan Terkendali saat Ramadan
Artikel Selanjutnya
PLN Groundbreaking PLTP Tulehu, Dongkrak Pemanfaatan EBT