Sukses

‎Ini Hasil Rakor Pangan 3 Menteri Jokowi‎ di Aksi Damai 212

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengusulkan perubahan jumlah komoditas pangan yang ditetapkan harga acuannya menjadi 5 komoditas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan depan.

Jumlah komoditas yang akan disodorkan ini lebih sedikit dibanding yang diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 Tahun 2016 sebanyak 7 komoditas.

Harga referensi tersebut didiskusikan dalam rakor harga dan ketersediaan pangan yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin. Dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Adapun kelima komoditas yang harga acuannya ditetapkan pemerintah yaitu beras, bawang merah, gula, daging sapi, dan jagung.Sedangkan dua komoditas yang dicoret yaitu cabai dan kedelai.

"Kalau cabai dicoret karena cabai mau diimpor juga belum tentu ada, kalaupun ada masyarakat tidak begitu suka. ‎Sedangkan kedelai, memang dari dulu kita tidak atur harga kedelai," tutur dia saat ditemui di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Dijelaskan Darmin, ‎Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membuat harga jagung di tingkat feedmill karena harga tersebut yang akan menentukan harga ayam dan harga telur. Harga tersebut di luar harga Indeks Harga Konsumen (IHK) yang biasa digunakan BPS dalam rilis inflasi.

"Jadi bukan mengubah ya. Harga yang masuk IHK, tetap. Juga minta juga diumumkan dan dicatat harga di feedmill," ujar Darmin.

Lebih jauh lanjutnya, pemerintah meminta kepastian BPS mengenai harga beras termurah. Karena versi BPS, harga beras termurah Rp 10.400 per Kg, sementara fakta di lapangan beras termurah dihargai Rp 8.400 per Kg. "Jadi supaya jangan menyesatkan karena faktanya itu bukan termurah," Darmin menerangkan.

Selain kedua komoditas tersebut, diakui Darmin tidak ada permasalahan. Pemerintah, sambungnya, akan segera mengumumkan ‎harga referensi daging, beras, bawang merah, gula, dan jagung. Untuk daging sapi, katanya, akan ditentukan daging beku dan daging segar. Kemudian dibedakan lagi harga acuan daging segar paha depan, belakang, daging tetelan supaya lebih menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

"Kemudian kalau harga yang sudah terlalu tinggi, dan ada barang di luar (impor), sesuai Perpres yang belum dilaksanakan secara tegas, Mentan dan Mendag tidak perlu rapat, apakah perlu impor. Kalau perlu impor mereka akan mengusulkan ke Menko, dan Menko akan membuat aturan untuk dilaksanakan Bulog," tegas Darmin.

Hasil rapat tersebut, diakuinya akan segera dibawa ke Presiden untuk didiskusikan kembali dalam rapat terbatas, Senin (5/12/2016). "Senin kita akan bawa ke Presiden. Dilaporkan dulu, tapi pasti akan ada Permen baru (acuan harga), merevisi bisa juga, nanti ambil yang gampang saja," pungkas Darmin.