Sukses

BI: Hina Rupiah Sama Saja Menghina Kedaulatan RI

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menyebarkan gosip atau berita bohong tentang rupiah. Hal ini sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peluncuran uang baru Senin pekan ini.

Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harimukti mengatakan, menyebarkan berita bohong sama saja dengan menghina rupiah. Padahal, rupiah merupakan simbol kedaulatan RI.

"Ada pesan penting Pak Jokowi saat penerbitan uang 2016. Beliau menegaskan agar tidak menyebar gosip aneh dan berita bohong tentang rupiah, karena menghina rupiah sama menghina Indonesia. Karena uang simbol kehormatan dan kedautan Indonesia," kata dia di Gedung BI Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Terkait dengan adanya uang baru, dia mengatakan, uang yang telah beredar masih tetap menjadi alat pembayaran yang sah. Dia mengatakan, uang tersebut tetap berlaku selama BI belum mencabut peredarannya.

"Dengan berlakunya uang tahun emisi 2016 yang sudah dikeluarkan dan diedarkan, uang beredar tetap berlaku selama belum dicabut," ujar dia.

Selain itu, dia juga mengimbau, pada periode Natal dan Tahun Baru ini masyarakat tetap harus hati-hati terhadap peredaran uang palsu.

"Masyarakat kami imbau berhati-hati dan waspada dalam transaksi uang tunai jadi menghindari kerugian uang palsu untuk menggunakan metode 3 D," ujar dia.

Artikel Selanjutnya
BI: Isu Uang Rupiah Baru Palsu Itu Hoax
Artikel Selanjutnya
Penjelasan BI soal Tudingan Gambar Palu Arit di Uang Rupiah Baru