Sukses

Suku Bunga Kredit Bank Masih Punya Peluang Turun

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan suku bunga kredit bank masih berlanjut. Pasalnya, penurunan suku bunga kredit bank relatif masih kecil.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, di tahun 2016 suku bunga deposito turun 137 basis poin. Kemudian, suku bunga kredit hanya turun 67 basis poin.

"Harusnya hal ini akan menjadi perhatian kita, kita tahu untuk deposito, dana pihak ketiga sudah turun 137 basis poin, kredit 67 basis poin. Harusnya di kredit itu masih bisa turun, turun ini tentu setelah bank secara umum stabil," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (3/1/2016).

Dia mengatakan, pada tahun 2016 bank masih melakukan antisipasi terlebih dengan bergulirnya tax amnesty atau Program Pengampunan Pajak. Bank cenderung antisipasi karena khawatir likuiditas ketat.

Bukan hanya itu, bank juga mengantisipasi kondisi global yang tak menentu pasca Donald Trump terpilih jadi presiden Amerika Serikat (AS). Serta, kenaikan suku bunga acuan.

"Dia (bank) sudah melewati 2016, sebelumnya mereka masih antisipasi tax amnesty di akhir tahun takut likuiditas ketat. Mereka masih takut karena ekonomi dunia menunjukkan kondisi yang ketidakpastian terutama AS setelah pemilu bagaimana kebijakannya," jelas dia.

Agus menilai, pada tahun ini perekonomian global akan cenderung lebih pasti. Pasalnya, tanggal 20 Januari 2016 pemerintahan Trump sudah terbentuk dan arah kebijakannya bisa diketahui. Di tambah, The Fed sudah menaikan suku bunga acuannya di Desember 2016.

"Jadi secara umum dengan kepastian lebih tinggi dan restrukturisasi bank sudah mulai baik, dan harga komoditas sudah mulai baik, ini akan membuat bank siap dengan penataan daripada penataan kredit termasuk bunga kredit. Ke depan masih ada peluang bunga bank khususnya kredit dilakukan penyesuaian," tutup Agus.

Artikel Selanjutnya
Pengusaha Puji Pemerintah soal Atur Harga Pangan Saat Lebaran
Artikel Selanjutnya
Senat Tunda Voting UU Kesehatan Bawa Wall Street Melemah