Sukses

Top 3: Kenaikan Tagihan Listrik Pelanggan Mampu 900 VA

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah telah menerapkan penyaluran subsidi tepat sasaran ke pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) dengan mencabut subsidi listrik pada 18,9 juta pelanggan yang masuk dalam golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai Januari 2016.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, dampak dari pencabutan subsidi listrik pada 18,9 juta pelanggan 900 VA yang masuk dalam kategori RTM adalah bertambahnya tagihan listrik.

Demikian artikel paling banyak dibaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Selasa (3/1/2017). Selain itu ada juga artikel lain yang menarik perhatian. Berikit 3 artikel paling banyak dibaca hari ini seperti yang dirangkum dalam Top 3 Bisnis

1. Berapa Kenaikan Tagihan Listrik Pelanggan Mampu 900 VA?

Pemerintah telah menerapkan penyaluran subsidi tepat sasaran ke pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) dengan mencabut subsidi listrik pada 18,9 juta pelanggan yang masuk dalam golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai Januari 2016.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, dampak dari pencabutan subsidi listrik pada 18,9 juta pelanggan 900 VA yang masuk dalam kategori RTM adalah bertambahnya tagihan listrik.

Berita selengkapnya baca di sini


2. Begini Cara Pekerja Asing Ilegal Serbu RI

Belakangan ini tersebar kabar serbuan jutaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok. Isu ini telah membuat keresahan di tengah masyarakat. Lalu bagaimana bisa TKA masuk Indonesia dengan cara ilegal?

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengakui, TKA khususnya yang ilegal memang ada di Indonesia. Pada 2016 tercatat TKA di Indonesia sebanyak 74 ribu orang. Jumlah tersebut masih sangat rasional, jauh lebih rendah dibanding negara lain.

Berita selengkapnya baca di sini


3. Rupiah Mata Uang Terbaik ke-2 di Asia

Kinerja perekonomian Indonesia membaik. Alhasil, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, nilai tukar rupiah pada 2016 di kisaran 13.470-13.475 per dolar AS. Angka ini terbaik kedua di Asia setelah Jepang.

"Kita senang kalau di akhir 2016 itu nilai tukar ada di kisaran 13.470-13.475, jadi secara year to date (ytd) Indonesia mata uangnya kalau di Asia nomor 2 terbaik di bawah Jepang. Jadi ytd-nya ada apresiasi 2,34 persen," ujar dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (3/1/2016).

Berita selengkapnya baca di sini

 

Artikel Selanjutnya
Cara PLN Memperingati Hari Pelanggan Nasional
Artikel Selanjutnya
Tarif Listrik September Tak Naik, Berikut Daftarnya