Sukses

Wall Street Menguat, Dow Jones Hampir Sentuh 20.000

Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada Rabu. Akibat ini, Dow Jones hampir menyentuh level 20.000.

Penguatan terjadi bahkan setelah catatan dari pertemuan Desember The Fed menunjukkan perhatian bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di bawah kepemimpinan Donald Trump butuh kenaikan suku bunga yang lebih cepat juga.

Saham AS terbebani dalam 2 bulan pada harapa bahwa Trump akan menstimulasi ekonomi dengan pemangkasan pajak dan belanja infrastruktur, juga memangkas regulasi di industri keuangan.

Namun, investor juga khawatir bahwa langkah Trump ini juga bisa memicu inflasi dan mendorong The Fed untuj menaikkan suku bunganya lebih agresif.

"Jelas, beberapa anggota komite melihat perubahan fiskal, baik itu pemangkasan pajak atau belanja pemerintah," ujar Chris Zaccarelli, Kepala Investasi di COrnertone Financial Partners dilansir dari reuters, Kamis (5/1/2017).

2 pekan lagi Donald Trump akan mulai berkantor di Gedung Putih, Dow Jones Industrial Average mencatatkan rekor 20.000. Investor mengatakan bahwa mereka harus mencari bukti bahwa janji-janji Trump saat kampanye bisa diterima oleh dewan dari partai republik.

Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen untuk menetap di level 19.942,16 poin, sementar S&P 500 menambahkan 0,57 persen ke level 2.270,75. Kemudian Nasdaq Composite naik 0.88 persen ke level 5.477,01.

Sekitar 7 miliar saham diperdagangkan kemarin, lebih dari rata-rata harian sebessar 6,8 miliar dalam 20 sesi terakhir.

Artikel Selanjutnya
Transaksi Saham Bank BJB Tembus Rp 3 Triliun di Pasar Negosiasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Cetak Rekor Baru Sambut Libur Lebaran