Sukses

10 Sektor Saham Hijau, IHSG Menguat Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan Senin pekan ini. Penguatan IHSG ini mengikuti bursa global.

Pada pra pembukaan perdagangan Senin (9/1/2017), IHSG naik terbatas 3,85 poin atau 0,07 persen ke level 5.350,88. IHSG pun masih menguat pada pembukaan pukul 09.00 WIB. IHSG menguat 4,93 poin atau 0,09 persen ke level 5.351,95. Indeks saham LQ45 naik 0,19 poin ke level 901. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Ada 91 saham menguat sehingga mendorong penguatan IHSG. Sementara itu, 16 saham melemah dan 96 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.360,06 dan terendah 5.347,47.

Total frekuensi perdagangan 7.003 kali dengan volume perdagangan 436 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 143 miliar.

Secara sektoral, 10 sektor saham menguat. Sektor saham tambang naik 0,47 persen dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perkebunan mendaki 0,44 persen dan sektor saham aneka industri mendaki 0,25 persen.

Investor asing melakukan aksi beli meski terbatas sekitar Rp 3,33 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 13.385.

Saham-saham yang menguat antara lain saham BINA naik 10,29 persen ke level Rp 300 per saham, saham BUMI mendaki 6,79 persen ke level Rp 346 per saham, dan saham PTRO menanjak 4,73 persen ke level Rp 775 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham CANI merosot 23,37 persen ke level Rp 1.000 per saham, saham JAWA turun 7,09 persen ke level Rp 118 per saham, dan saham ISSP tergelincir 1,75 persen ke level Rp 224 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,23 persen ke level 22.552, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,04 persen ke level 2.050,02, indeks saham Singapura menguat 0,46 persen ke level 2.976. Sementara itu, indeks saham Shanghai turun 0,01 persen ke level 3.154 dan indeks saham Taiwan merosot 0,13 persen ke level 9.363.

Analis PT Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menuturkan, IHSG dalam kondisi jenuh beli dalam jangka pendek. Ini dinilai rawan koreksi. "Kenaikan yang terjadi dalam empat hari terakhir tidak disertai dengan volume signifikan dan cenderung di bawah rata-rata," ujar dia.

Ia menambahkan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.300-5.380 pada Senin pekan ini. Dalam laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia menyebutkan IHSG pada akhir pekan lalu naik 0,40 persen.

Kenaikan IHSG didorong saham telekomunikasi dan bank. Sedangkan dari situasi global, pelaku pasar fokus terhadap pergerakan bursa saham global usai presiden Donald Trump memberikan tekanan baru terhadap mitra dagang.

Laporan DBS Indonesia menyebutkan pada Jumat pekan lalu, sembilan sektor IHSG menguat yang dipimpin oleh pertambangan 1,3 persen, infrastruktur 1 persen, dan properti 0,7 persen. Adapun sektor perkebunan melemah 0,4 persen. Investor asing melakukan aksi beli Rp 127 miliar.

Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun di level 7,74. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen di Indonesia menurun menjadi 115,4 pada Desember 2016 dari periode sebelumnya 115,9. Ini terendah sejak September 2016 karena kurangnya optimisme tentang kondisi ekonomi, lapangan kerja dan pendapatan.

Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Aneka Industri Picu IHSG Melemah 11 Poin
Artikel Selanjutnya
IHSG Naik Terbatas Jelang Hasil Pertemuan The Fed