Sukses

Penurunan Harga Batu Bara Tekan IHSG

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin pekan ini. Penurunan harga komoditas menjadi penyebab tertekannya IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (9/1/2017), IHSG turun 30,65 poin atau 0,57 persen ke level 5.316,36. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,89 persen ke level 892,12.

Ada sebanyak 190 saham melemah sehingga mendorong penurunan IHSG. Sedangkan 132 saham menguat dan 86 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.360,06 dan terendah 5.307,58.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 272.190 kali dengan volume perdagangan 13,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,8 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham pembentuk IHSG kompak memerah kecuali sektor saham perkebunan naik 1,7 persen, sektor saham pertambangan naik 0,08 persen dan sektor saham infrastruktur menguat 0,08 persen juga.

Sektor saham keuangan turun 1,05 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar turun 0,87 persen dan sektor saham konstruksi tertekan 0,76 persen.

Investor asing pun mulai melakukan aksi beli mencapai Rp 47 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat betah di kisaran Rp 13.354.

Saham-saham yang menguat antara lain saham INPC naik 34,34 persen ke level Rp 133 per saham, saham ALKA menanjak 32,22 persen ke level Rp 238 per saham, dan saham BIPI menguat 31,17 persen ke level Rp 101 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham XCID turun 25 persen ke level Rp 81 per saham, saham PLAS tergelincir 24 persen ke level Rp 338 per saham, dan saham ALTO susut 20 persen ke level Rp 256 per saham.

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menjelaskan, sebenarnya beberapa indikator memberikan sinyal penguatan IHSG. Bursa Asia bergerak menguat dan posisi asing juga melakukan aksi beli.

Namun Sayangnya, IHSG tak mampu ikut bergerak di zona hijau. penurunan harga batu bara menjadi penekan utama pelemahan IHSG. "Saham-saham di sektor komoditas terkoreksi sehingga menekan IHSG," tutur dia. (Gdn/Ndw)

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi