Sukses

Wall Street Bervariasi Terpicu Saham Energi dan Kesehatan

Liputan6.com, New York - Wall Street bergerak di dua arah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) terdorong penurunan saham energi dan keuangan yang membebani laju indeks S&P 500 serta Down. Sementara indeks Nasdaq mendekati rekor tertinggi, terdorong saham kesehatan.

Ini terjadi menjelang rilisnya laporan pendapatan dan investor yang mengharapkan perubahan kebijakan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 76,42 poin atau 0,38 persen ke posisi 19.887.38. Sementara indeks S&P 500 turun 8,08 poin atau 0,35 persen menjadi 2.268,9.

Sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 10,76 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.531,82. Delapan dari 11 sektor besar di indeks S&P 500 tercatat lebih rendah.

Saham di sektor energi pada indeks S&P turun 1,5 persen terpicu merosotnya harga minyak di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya ekspor Irak dan output AS bisa meredam dampak dari kesepakatan produsen minyak anggota OPEC untuk membatasi output.

Selain itu, investor mengambil nafas menjelang rilisnya laporan laba kuartal keempat perusahaan dan pelantikan presiden pada 20 Januari.

Indeks S&P 500 telah meningkat lebih dari 6 persen sejak 8 November saat terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang telah berjanji melakukan pemotongan pajak, membuat peraturan yang lebih ringan dan mengeluarkan stimulus fiskal.

Kini, investor sedang menunggu untuk melihat apakah Trump benar-benar dapat mewujudkan janjinya.

"Orang-orang menunggu untuk informasi lebih lanjut. Kami sedang menunggu berita politik, kami menunggu untuk laporan penghasilan. Ada banyak ketidakpastian di luar sana. Di bulan ini, saya berharap kita akan melihat beberapa gerakan," kata Peter Jankovskis, Kepala Investasi Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Sektor keuangan turun 0,8 persen. Saham sektor ini telah naik hampir 18 persen sejak pemilu, dipimpin saham perbankan.

Bank-bank rencananya akan melaporkan keuangannya di kuartal keempat pada akhir pekan ini.

"Ada beberapa harapan kita akan melihat beberapa gerakan ke atas. Investor ingin melihat beberapa laporan yang keluar pertama," kata Jankovskis.

Adapun saham yang tercatat turun, antara lain Goldman Sachs sebesar 0,8 persen. Diikuti International Business Machine yang susut 0,9 persen dan Exxon Mobil sebesar 1,7 persen.

Sekitar 6,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS dibandingkan dengan 6,6 miliar rata-rata selama 20 sesi terakhir.(Nrm/Ndw)

Artikel Selanjutnya
Wall Street Sedikit Menguat Terdorong Saham Energi
Artikel Selanjutnya
Data Pertumbuhan Ekonomi AS Angkat Wall Street