Sukses

Menunggu Kebijakan Trump, Bursa Asia Mampu Menguat

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini dekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Investor menunggu konferensi pers yang akan diadakan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump mengenai kebijakan-kebijakan yang bakal dilakukan.

Mengutip Reuters, Rabu (11/1/2017), Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir atau level dimana Donald Trump mengalahkan saingannya Hillary Clinton dalam Pemilihan Presiden AS. Indeks Nikkei Jepang juga menguat 0,2 persen.

Di AS sendiri, Wall Street bergerak di dua arah. Dow Jones Industrial Average (DJIA) bergerak melemah. S&P 500 tak berubah dan Nasdaq cetak rekor tertinggi

"Ada harapan bahwa pemotongan pajak dan juga belanja infrastruktur seperti yang dijanjikan oleh Trump bisa mendorong pasar saham untuk terus melonjak," jelas Analis Senior Sumitomo Mitsui Asset Management, Masahiro Ichikawa.

Di sisi lain, langkah kebijakan luar negeri Trump yang cenderung keras bisa memberikan dampak pembalasan oleh China. "Hal tersebut akan meningkatkan ketegangan antara AS dengan China," tambah dia.

Trump sebelumnya bersumpah untuk menaikkan tarif impor barang-barang dari China jika negara tersebut terus melakukan perang mata uang. Trump telah membicarakan kebijakan pajak umpor dengan beberapa anggota parlemen.

Beberapa analis melihat, kebijakan proteksi yang disebutkan oleh Trump dalam kampanye bisa berdampak negatif kepada pertumbuhan ekonomi global sehingga berdampak lanjutan ke bursa Asia. (Gdn/Ndw)

Saksikan Live Streaming Awarding Day Energi Muda Pertamina

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Saham Asia Menguat di Awal Sesi Perdagangan