Sukses

Bursa Asia Variasi Imbas Pidato Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Kamis pekan ini seiring bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat usai konferensi pers presiden terpilih AS Donald Trump.

Dalam konferensi pers itu mennyimpulkan tidak memberi penjelasan soal kebijakan yang akan dilakukan selanjutnya oleh Donald Trump. Presiden terpilih AS Donald Trump akan dilantik sebagai presiden AS ke-45 pada 20 Januari.

"Trump memberikan pertanyaan yang belum terjawab untuk pasar. Trump membuat beberapa referensi untuk membuat AS besar lagi tapi tidak ada detil untuk belanja infrastruktur, reformasi pajak perushaaan, pemotongan pajak penghasilan pribadi, prospek deregulasi," dalam catatan Westpac Global Strategy Group seperti dikutip dari CNBC, Kamis (12/1/2017).

Di bursa Asia, indeks saham MSCI Asia Pasifik menguat 0,5 persen. indeks saham Australia naik 0,45 persen pada awal perdagangan. Indeks saham Selandia Baru turun 0,3 persen. Diikuti indeks saham Jepang Topix melemah 1,1 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,3 persen.

Di pasar uang, indeks dolar AS cenderung tertekan terhadap sejumlah mata uang. Indeks dolar AS berada di posisi 101,78. Yen menguat terhadap dolar AS ke level 115,13.

Sebelumnya di wall street, indeks saham Dow Jones naik 0,5 persen menjadi 19.954. Indeks saham S&P 500 menguat 0,28 persen ke level 2.275. Sedangkan indeks saham Nasdaq di kisaran 5.563.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Imbas Uji Coba Bom Korea Utara