Sukses

IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Sesi Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi di awal perdagangan. Ini mengikuti bursa saham Asia yang bervariasi.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Kamis (12/1/2017), IHSG turun terbatas 0,20 poin ke level 5.301,03. Pada pembukana pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah ke zona hijau dengan menguat tipis 4,6 poin ke level 5.305.

Indeks saham LQ45 menguat 0,19 persen ke level 890. Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Ada sebanyak 93 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 33 saham melemah dan 92 saham lainnya diam di tempat.

IHSG berada di level tertinggi 5.313,42 dan terendah 5.301,03. Transaksi perdagangan saham tercatat frekuensinya 9.864 kali dengan volume perdagangan 588 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 208 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 1,86 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 13.295.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham infrastuktur turun 0,39 persen. Sedangkan sektor saham aneka industri mendaki 0,52 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan 0,54 persen dan sektor saham tambang mendaki 0,43 persen.

Saham-saham yang menguat pada Kamis pagi antara lain saham LEAD naik 13,76 persen ke level Rp 124 per saham, saham BCIP mendaki 6,4 persen ke level Rp 266 per saham, dan saham BUMI menanjak 4,89 persen ke level Rp 384 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham GSMF tergelincir 8,3 persen ke level RP 88, saham BISNIS merosot 2,79 persen ke level Rp 1.740 per saham, dan saham INDF turun 1,26 persen ke level Rp 7.850 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,03 persen ke level 22.926 dan indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,82 persen ke level 19.206. Selain itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,25 persen ke level 2.080, indeks saham Shanghai merosot 0,04 persen ke level 3.137, indeks saham Singapura mendaki 0,37 persen ke level 3.012, dan indeks saham Taiwan naik 0,84 persen ke level 9.419.

Analis PT Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menuturkan, IHSG berpotensi lanjutkan koreksi serta masih akan didominasi oleh saham lapis kedua dan ketiga. "IHSG akan bergerak di 5.280-5.359," kata dia.


Dalam laporan DBS Indonesia, IHSG melemah pada perdagangan saham kemarin ke level 5.301. Hal itu lantaran pelaku pasar menanti pidato perdana penuh Donald Trump sebagai presiden terpilih AS. Tujuh sektor saham melemah yang dipimpin oleh aneka industri.

Di bursa global, bursa saham Amerika Serikat (As) menguat dengan indeks saham Dow Jones naik 0,50 persen, indeks saham S&P 500 mendaki 0,28 persen, dan indeks saham Nasdaq menanjak 0,21 persen. Penguatan bursa saham AS pada Rabu waktu setempat meski penurunan saham farmasi dan bioteknologi setelah Donald Trump mengatakan pemerintah AS akan mulai negosiasi harga obat.

Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menguat, Tekanan Jual Masih Terlihat
Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi