Sukses

Sri Mulyani Kumpulkan Ekonom dan Analis Bahas APBN 2017

Liputan6.com, Jakarta - ‎Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengumpulkan para analis dari perusahaan-perusahaan sekuritas dan perbankan di kantor Kementerian Keuangan, sore ini (12/1/2017). Pertemuan analis (analys meeting) tersebut membahas seputar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, para Eselon I Kementerian Keuangan sudah hadir, yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara, Direktur Jenderal Anggaran Askolani, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho, Direktur Jenderal Bea dan ‎Cukai Heru Pambudi, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh Widodo, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan.

Hadir pula Ketua Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani. Sementara ekonom yang datang, Kepala Ekonom PT Bank Danamon Tbk Anton Hendranata, Ekonom Senior PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Aldian Taloputra, serta lainnya.

Firdaus Djaelani mengatakan, pertemuan antara Sri Mulyani dengan para analis ini, rutin dilaksanakan setiap tiga bulan ‎sekali. Menkeu mengundang para analis dari perusahaan sekuritas dan perbankan. Agenda yang dibahas seputar APBN.

"Ini pertemuan tiga bulanan. Menkeu meng‎undang para analis dari perusahaan sekuritas dan ekonom dari bank. Agendanya menjelaskan ini APBN 2017," katanya.

Lebih jauh diakui Firdaus, penjelasan terkait postur anggaran tahun ini oleh Menkeu sangat penting ‎supaya para analis mampu menganalisa perkembangan ekonomi di Indonesia ke depan.

Sementara itu, Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro ‎saat ditanyai agenda pertemuan dengan Menkeu mengaku tidak tahu. "Tidak tahu bahas apa, saya cuma diundang," ujarnya. (Fik/Gdn)

Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Minta S&P Naikkan Rating RI Jadi Layak Investasi
Artikel Selanjutnya
Menkeu: Aset dan Kapitalisasi Jasa Keuangan Capai Rp 16 Ribu T