Sukses

Ini Arti Sukses Finansial di Mata Generasi Milenial

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda generasi kelahiran 1983-1994, bagaimana Anda mengartikan sukses secara finansial? Facebook berusaha mencari tahu apa yang dipikirkan generasi milenial tentang sukses finansial.

Media sosial pimpinan Mark Zuckerberg ini menganalisis percakapan pengguna di usia 21-34 tahun dan melakukan survei. Penemuan Facebook berikut mungkin akan mengejutkan beberapa orang, meskipun mungkin tidak bagi generasi milenial itu sendiri.

Lantas bagaimana sukses finansial diartikan oleh generasi milenial? Simak ulasannya seperti dikutip dari CekAja.com:

Tidak punya utang

Milenial sering diidentikan sebagai generasi boros yang konsumtif. Inilah yang membuat mereka terjebak dalam utang. Bagi generasi milenial, sukses secara finansial adalah membayar utang, menabung untuk masa depan, dan mengelola pinjaman secara bertanggung jawab.

Utang adalah kekhawatiran terbesar bagi generasi milenial. Setengah dari milenial yang disurvei setuju kalau sukses finansial adalah bebas utang daripada punya mobil mewah.

Sementara itu 21 persen lainnya beranggapan kalau sukses finansial adalah bisa beli rumah, 16 persen lainnya mendefiniskan sukses adalah ketika bisa membeli pengalaman. Hanya empat persen yang mengaitkan sukses finansial dengan materi atau barang mewah. (Baca juga: Selalu Merasa Sulit Menabung dan Gaji Selalu Kurang? Kamu Wajib Baca Buku Ini)

Bisa menabung

Jika orang zaman dulu menabung di celengan ayam, celengan sudah jarang digunakan oleh generasi muda saat ini. Meksi demikian, mereka juga punya keinginan untuk menabung. Generasi milenial menganggap menabung sedini mungkin membuat mereka dapat beli rumah di usia muda dan punya dana darurat yang cukup.

Hanya delapan persen yang menggunakan alasan pensiun sejahtera sebagai tujuan menabung. Dan hanya 13 persen yang setuju kalau sukses finansial adalah bisa pensiun tanpa kekurangan uang.

1 dari 2 halaman

Bisa berinvestasi

Bisa berinvestasi

Di zaman dengan derasnya arus informasi, rupanya investasi masih dianggap barang mewah bagi generasi milenial. Ini bukan karena mereka takut berinvestasi, tapi karena mereka merasa tidak punya uang dan tidak tahu produk-produk investasi.

Lebih dari setengah responden setuju kalau mereka tidak punya orang yang tepat untuk ditanya-tanyai soal investasi. Dua pertiga responden malah bilang kalau bank tidak mengerti keinginan mereka. (Baca juga: Sepele, Tapi Bikin Bangkrut dan Gagalnya Resolusi Keuangan Tiap Tahun)

Bisa mengurus semua urusan finansial dengan mudah

Penelitian Facebook juga mengungkap bahwa tantangan terbesar bagi generasi milenial bukanlah kebiasaan boros, tapi menghadapi industri finansial yang lambat dalam mengimbangi keinginan mereka.

Generasi milenial ingin segala sesuatunya bisa dikontrol lewat smartphone mulai dari membayar utang sampai berkonsultasi dengan ahli. Sampai industri finansial bisa memenuhi keinginan mereka, generasi milenial akan terus mengandalkan teman (yang mungkin sama-sama tidak tahu) untuk menjawab pertanyaan mereka soal uang.

Artikel Selanjutnya
Begini 6 Cara Cetak Duit Sambil Tidur
Artikel Selanjutnya
Rogoh 676 Juta, Wanita Ini Operasi Plastik agar Wajah Mirip Anak