Sukses

Bos Astra: Abaikan Trump, Saatnya Ekonomi RI Tumbuh 7 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto memperkirakan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh 6 persen-7 persen di tahun-tahun mendatang. Kuncinya ada di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disebut-sebut menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Prijono mengatakan, 97 persen angkatan kerja di Indonesia berasal dari UMKM. Pelatihan dan pembinaan UMKM sangat penting untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dibidangnya.

"Dengan sumber daya manusia yang terampil, hasil produk yang diciptakan pun bagus, baik itu di perkebunan maupun otomotif. Sehingga pemerataan akan lebih baik," ujar dia usai acara Optimasi Pertumbuhan yang Merata CEO Meeting di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Astra International, kata Prijono memiliki yayasan untuk membina para UMKM. Sekitar lebih dari 10 ribu UMKM telah dibina. Apabila semua grup usaha di Indonesia melakukan hal yang sama, maka pemerataan ekonomi Indonesia otomatis terjadi.

"Di negara lain, Samsung, Apple, Mercedez, komponennya juga ada yang buatan UMKM. Jadi tidak semua orang tahu tentang hal ini," tutur dia.

Untuk kondisi global, Prijono meminta pemerintah, pengusaha, bahkan masyarakat tidak khawatir dengan kebijakan Presiden AS terpilih, Donald Trump.

"Kita yakin semua bisa lebih baik. Trump tidak usah dikhawatirkan. Sudah saatnya ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen-7 persen, sehingga lapangan kerja bertambah," harapnya.  

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta meminta kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah. Kurs rupiah yang stabil akan mampu meningkatkan ekspor.

"Kebijakan fiskal dan moneter harus diarahkan untuk mengendalikan fluktuasi rupiah, menjaga rupiah tetap stabil. Kalau turun pelan, naik juga pelan, karena kurs akan berpengaruh ke ekspor dan impor," ujar Arif.

Artikel Selanjutnya
Gambaran Ekonomi RI yang Sehat versi Pemerintah dan Pengusaha
Artikel Selanjutnya
Ini Jurus Sri Mulyani Hadapi Kebijakan Ekstrem Trump