Sukses

Rencana Kurangi Utang, Intip Gerak Saham Bumi Resources

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus melanjutkan kenaikan perkasa pada awal 2017. Bahkan saham PT Bumi Resources Tbk masuk 10 besar untuk saham mencatatkan keuntungan tertinggi.

Berdasarkan data RTI, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 79,14 persen menjadi Rp 498 per saham sepanjang Januari 2017. Pada awal Januari 2017, saham BUMI sempat berada di level tertinggi di kisaran Rp 520 per saham dan terendah Rp 264 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 223.683 kali dengan nilai transaksi Rp 8,8 triliun.

Padahal saham PT Bumi Resources Tbk sempat berada di level harga Rp 50 per saham. Saham PT Bumi Resources Tbk sempat di kisaran Rp 51 sejak Juli 2015. Saat itu harga saham PT Bumi Resources Tbk betah di level harga Rp 50. Kemudian Juni 2016, saham PT Bumi Resources Tbk secara perlahan bangkit dari level harga Rp 50 per saham. Saham PT Bumi Resources Tbk naik menjadi Rp 63 per saham pada 13 Juni 2016.

Akhirnya saham PT Bumi Resources Tbk cetak kenaikan 456 persen pada 2016. Saham PT Bumi Resources Tbk naik 456 persen ke level harga Rp 278 per saham.

Analis PT NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan, sentimen harga batu bara dan rencana mengurangi utang dengan menukar utang menjadi saham menjadi faktor penggerak saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Perseroan akan menerbitkan saham dalam rights issue dan pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK) sekitar 37,88 miliar saham. Jumlah saham setelah pelaksanaan rights issue dan OWK sekitar 74,50 miliar. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan alami dilusi kepemilikan saham 50,8 persen.

Perseroan menetapkan harga rights issue Rp 926,16 per saham. Dalam penjelasan yang disampaikan ke otoritas bursa dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue tersebut berdasarkan perjanjian perdamaian oleh Pengadilan Niaga.

Lewat rights issue tersebut, jadi jumlah utang dan biaya yang akan dikonversi melalui penerbitan saham baru atau rights issue sebesar US$ 2,01 miliar dengan nilai kurs Rp 13.235 per dolar AS. Hal itu setara dengan Rp 26,62 triliun.

Perseroan juga melaksanakan obligasi wajib konversi atau mandatory convertibel bonds (MCB) dengan nilai US$ 639 juta dengan nilai kurs Rp 13.325 per dolar AS. Jumlah itu sekitar Rp 8,45 triliun bila menggunakan harga konversi Rp 926,16. Jumlah itu setara dengan 9,13 miliar saham.

Dana hasil rights issue dan OWK tersebut dalam rangka melunasi utang sebagian besar untuk CIC atau China Investment Corporation (CIC) dan sejumlah kreditor lainnya antara lain UBS facility, Axix Bank Facility, DB Facility, RBI, CS, castleford.

Ia menuturkan, kalau dilihat secara fundamental saham PT Bumi Resources Tbk masih belum baik. Apalagi ekuitas perseroan minus. Berdasarkan laporan keuangan perseroan hingga kuartal III 2016, perseroan alami deefisiensi modal sekitar US$ 2,85 miliar.

"Dengan langkah perseroan konversi utang jadi saham itu menjadi positif," ujar Bima saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Jumat (3/2/2017).

Lebih lanjut ia menuturkan, katalis positif lainnya dari prediksi harga batu bara global yang positif. Ini akan menguntungkan PT Bumi Resources Tbk. Lantaran kinerja PT Bumi Resources Tbk akan membaik ditambah restrukturisasi utang.

Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi batu bara sekitar 94 juta ton pada 2017. Dengan penjualan diperkirakan tumbuh 5-7 persen.

Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava menuturkan, pihaknya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk merestrukturisasi utang menjadi saham pada 7 Februari 2017. Rencananya harga konversi saham menjadi Rp 926,16.

"Utang akan berkurang US$ 2,6 miliar, dan memangkas biaya bunga sekitar US$ 250 juta," kata dia.

Dileep menuturkan, sejumlah perusahaan batu bara di bawah grup Bakrie pun akan mengurangi utang. PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) akan kurangi utang sekitar US$ 600 juta sehingga dapat mengurangi total utang di bawah grup sekitar US$ 3,2 miliar. Selain itu, perseroan juga mengandalkan perbaikan kinerja dari PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Perseroan memiliki sekitar 31 persen saham PT Darman Henwa Tbk.

"Bumi Resources juga bersiap untuk memproduksi di Dairi dengan strategic partnersnya NFC dari China. Selain itu juga Bumi Resources juga akan produksi emas dan tembaga di Gorontalo dan Citra Palu di Sulawesi," jelas Dileep.

Pada perdagangan saham Jumat 3 Februari 2017, saham PT Bumi Resources Tbk stagnan di level harga Rp 478 per saham.

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
Medco Energi Bakal Pecah Nilai Nominal Saham, Ini Jadwalnya