Sukses

Sektor Saham Keuangan Picu Kenaikan Wall Street

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street dengan indeks saham S&P 500 hampir dekati rekor tertinggi. Kenaikan wall street didorong rencana aksi presiden AS Donald Trump untuk deregulasi aturan dan data tenaga kerja AS yang kuat.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 185,52 poin atau 0,93 persen ke level 20.070,43. Indeks saham S&P 500 mendaki 16,43 poin atau 0,72 persen ke level 2.297,28. Diikuti indeks saham Nasdaq bertambah 30,57 poin atau 0,54 persen ke level 5.666,77.

Sektor saham keuangan S&P naik 1,9 persen, dan hadapi kenaikan terbaik sejak pertengahan November 2016. Kenaikan sektor saham keuangan itu terutama usai Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mereview aturan di industri tersebut.

Saham JP Morgan Chase pun naik 2,8 persen menjadi US$ 87, dan merupakan kenaikan terbesar di indeks saham S&P 500. Kenaikan itu juga mendorong indeks saham sektor perbankan S&P 500 mendaki 2,5 persen.

Data tenaga kerja AS juga mempengaruhi laju wall street. Tercatat sektor swasta menambahkan 227 ribu pekerjaan pada bulan lalu. Hal ini berdasarkan Departemen Tenaga Kerja AS. Angka ini di atas harapan ekonom sekitar 175 ribu.

Selain itu, data pengangguran naik 4,8 persen tetapi rata-rata upah per jam hanya naik 0,1 persen. Ini kelihatannya membuat bank sentral AS atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga.

"Pelaku pasar kelihatannya lebih fokus terhadap dampak kebijakan baru terhadap pasar saham. Pelaku pasar mengabaikan data tenaga kerja, dan lebih tertarik apa yang disampaikan Trump tentang Dodd Frank," ujar Sean Lynch, Kepala Strategi Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabti (4/2/2017).

Ada pun sektor saham keuangan telah naik sekitar 18 persen sejak pemilihan umum pada 8 November 2016. Sedangkan sektor bank melonjak kebih dari 25 persen seiring harapan Trump akan memangkas regulasi.

Sejumlah saham pengaruhi wall street antara lain saham Amazon.com turun 3,4 persen menjadi US$ 811,27 usai ritel online terbesa ini melaporkan laba operasional melemah. Sedangkan saham Macy's naik 5,3 persen.

Artikel Selanjutnya
Wall Street Bervariasi Terseret Saham IBM
Artikel Selanjutnya
Wall Street Bervariasi Jelang Rilis Laporan Keuangan Kuartal I