Sukses

Sektor Keuangan Topang Penguatan Bursa Asia

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia menguat pada awal pekan ini seiring rencana presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengkaji ulang aturan di sektor keuangan. Selain itu, bursa saham AS menguat pada akhir pekan lalu juga berimbas ke bursa Asia.

Sedangkan dolar AS sedikit berubah seiring bank sentral AS atau the Federal Reserve menemui sentimen  laporan data tenaga kerja menunjukkan kalau pertumbuhan upah melemah.

Namun, pada Jumat pekan lalu, pimpinan bank sentral AS San Francisco John Williams mengekasn, kalau kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017 sangan wajar. Hal itu mempengaruhi dolar AS setelah laporan pekerjaan menunjukkan pertumbuhan upah melemah. Pernyataan itu pun perkuat bank sentral AS akan menaikkan bunga bertahap.

Pada perdagangan saham awal pekan ini, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen. Penguatan sejumlah indeks saham acuan di bursa Asia didorong sektor keuangan. Indeks saham Jepang Topix menguat 0,7 persen pada pukul 09.25 waktu Tokyo. Penguatan bursa saham Jepang didorong dari saham Mitsubishi UFJ Financial melonjak 4,3 persen.

Sementara itu, indeks saham Australia/ASX 200 dan indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,3 persen. Demikian mengutip laman Bloomberg, Senin (6/2/2017).

Di pasar uang, indeks dolar AS sedikit berubah usai turun 2,9 persen sepanjang tahun ini. Dolar AS berada di kisaran 112,55 terhadap yen. Euro di kisaran US4 1,07.

Di pasar komoditas, harga emas naik 0,1 persen di kisaran US$ 1.221 per ounce. Harga minyak WTI naik 7 sen menjadi US$ 53,90. Sedangkan harga minyak Brent mendaki 8 sen menjadi US$ 56,89 per barel usai reli 2 persen pada pekan lalu.

Ada sejumlah sentimen pada pekan ini yang pengaruhi bursa Asia antara lain pertemuan bank sentral antara lain Australia, India, Selandia Baru, Filipinan, Thailand dan Sri Lanka.

Selain itu, musim laporan keuangan mulai dari Toyota Motor, NTT, SoftBank Group, Rio Tinto, Japan Tobacco, SingTel, Nissan Motor. Selain itu, Fuji Heavy, Daikin Industries, Mitsubishis Estate dan Mitsui and Co. Kemudian neraca perdagangan China dan data PMI. Presiden AS Donald Trump pun akan bertemu dengan perdana menteri Jepang Shinzo Abe di gedung putih.

 

Artikel Selanjutnya
Tren Penguatan IHSG Bakal Berlanjut
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Imbas Aksi Jual Investor