Sukses

IHSG Menguat Ikuti Bursa Asia pada Awal Sesi Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau meski penguatan terbatas pada perdagangan saham awal pekan ini. Laju IHSG ini ikuti gerak bursa Asia yang menguat.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (6/2/2017), IHSG naik tipis 8,75 poin atau 0,16 persen ke level 5.369,52. Pada pembukaan 09.00 WIB, IHSG terus menguat dengan naik 12,88 poin atau 0,23 persen ke level 5.372,92. Indeks saham LQ45 menguat 0,48 persen ke level 897,68. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 150 saham menguat sehingga dorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 29 saham melemah dan 81 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 15.235 kali dengan volume perdagangan 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 278 miliar. Investor asing membeli saham sekitar Rp 36 miliar. Sedangkan posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.325.

Pada awal perdagangan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.384,29 dan terendah 5.369,44. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham infrastruktur turun 0,09 persen. Sektor saham keuangan naik 0,86 persen, dan catatkan penguatan terbesar, disusul sektor saham aneka industri dan sektor saham tambang mendaki 0,42 persen.

Saham-saham yang menguat pada Senin pagi antara lain saham INAF naik 5,08 persen ke level Rp 2.690 per saham, saham BKSL mendaki 3,16 persen ke level Rp 98 per saham, dan saham NIKL menanjak 2,8 persen ke level Rp 3.670 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham UNVR merosot 1,55 persen ke level Rp 41.350 per saham, saham ENRG tergelincir 1,33 persen ke level Rp 74 per saham, dan saham LINK merosot 3,4 persen ke level Rp 4.830 per saham.

Di bursa Asia cenderung menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,28 persen ke level 23.192, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,22 persen ke level 2.077, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,21 persen ke level 18.957.

Selain itu, indeks saham Shanghai mendaki 0,08 persen ke level 3.142, indeks saham Singapura naik 0,17 persen ke level 3.047, dan indeks saham Taiwan mendaki 0,55 persen ke level 9.511.

Dalam riset PT Mandiri Sekuritas, IHSG akan coba menguji resistance di 5.380-5.414. IHSG akan bergerak di kisaran 5.304-5.380.

Ada pun pada perdagangan pekan lalu, dalam laporan DBS Indonesia, IHSG mempertahankan penguatan pekan lalu sehingga dalam sepekan IHSG menguat 0,90 persen. Menguatnya rupiah dan aksi beli asing sebesar Rp 347 miliar mendorong penguatan indeks di akhir pekan.

Enam sektor menguat yang dipimpin sektor: Konsumen 0,60 persen dan konstruksi sekitar 0,59 persen dengan volume transaksi Rp 7,02 T. Pekan ini, sentiment penggerak pasar yaitu dirilisnya PDB Indonesia kuartal IV 2016 dengan estimasi 5,07 persen-5,1 persen, lebih tinggi dari Q3 16 sebesar 5,02 persen.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat, IHSG Naik 15,23 Poin
Artikel Selanjutnya
10 Sektor Saham Hijau di Awal Sesi, IHSG Naik 12 Poin