Sukses

Ekonomi RI Tumbuh 5,02 Persen pada 2016, IHSG Naik 19 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau selama sesi pertama perdagangan saham Senin pekan ini. Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 membayangi laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin (6/2/2017), IHSG naik 19,89 poin atau 0,37 persen ke level 5.380,66. Indeks saham LQ45 menguat 0,29 persen ke level 985. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham JII turun 0,24 persen dan indeks saham ISSI tergelincir 0,04 persen.

Ada sebanyak 169 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 123 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 101 saham lainnya diam di tempat.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.386,69 dan terendah 5.369,44. Total frekuensi perdagangan saham 212.467 kali dengan volume perdagangan 12,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham infrastruktur turun 0,32 persen dan sektor saham tambang tergelincir 0,08 persen. Sektor saham keuangan naik 1,09 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perkebunan mendaki 0,41 persen dan sektor saham industri dasar naik 0,37 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham TRAM menguat 19,33 persen ke level Rp 284 per saham, saham RMBA mendaki 14,98 persen ke level Rp 476 per saham, dan saham BKSL melonjak 7,37 persen ke level Rp 102 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tergelincir saham KOIN turun 22,58 persen ke level Rp 240 per saham, saham HOME merosot 8,33 persen ke level Rp 220 per saham, dan saham MIRA turun 5 persen ke level Rp 57 per saham.

Bursa Asia pun kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,61 persen ke level 23.275, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,23 persen ke level 2.078.

Kemudian indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,20 persen ke level 18.955, indeks saham Shanghai mendaki 0,38 persen ke level 3.152, indeks saham Singapura naik 0,47 persen ke level 3.055, dan indeks saham Taiwan menanjak 0,84 persen ke level 9.534.

Analis PT NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan,penguatan IHSG didorong rilis pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 memang ada kenaikan ketimbang 2015. Namun, bila melihat secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2016 di bawah harapan pasar. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2016 mencapai 4,94 persen.

Bima menuturkan, pelaku pasar pun merespons positif dari rilis data ekonomi Indonesia. Hal itu ditunjukkan dari laju IHSG yang terus menguat di sesi pertama perdagangan Senin pekan ini.

"Laju IHSG ditopang dari saham-saham unggulan dan bank," kata dia.

Meski demikian, Bima melihat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 akan lebih baik pada 2016. Pertumbuhan ekonomi 2017 ditargetkan 5-5,1 persen. "Kenaikan harga komoditas akan mendukung pertumbuhan ekonomi 2017," saat dihubungi Liputan6.com.

Artikel Selanjutnya
IHSG Naik 29 Poin Jelang Pilkada DKI Jakarta
Artikel Selanjutnya
IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan