Sukses

Data Ekonomi RI Dorong Laju IHSG

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan IHSG berada di support 5.335 dan resistance 5.440.

Lanjar menjelaskan, IHSG mampu menguat sebanyak 35,23 poin ke level 5.395,99 pada perdagangan saham kemarin. Penguatan IHSG ditopang sektor keuangan.

"Sektor keuangan terutama saham-saham perbankkan memimpin penguatan di level 1,02 persen disusul oleh indeks industri dasar dan konsumer," kata dia di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Data pertumbuhan ekonomi yang membaik jadi pemicu penguatan IHSG. Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 tercatat 5,02 persen. "GDP annual year on year Indonesia rilis sesuai ekspektasi di level 5,02 persen dari 4,79 persen di periode sebelumnya," jelas dia.

Hal ini mendorong investor asing membeli saham. Pada perdagangan saham kemarin, tercatat pembelian investor asing Rp 474,3 miliar. "Investor asing pun melanjutkan pembelian dengan net buy Rp 474,3 miliar," ujar dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan saham, Senin, 6 Februari 2017, IHSG naik 35,22 poin atau 0,66 persen ke level 5.394,99. Indeks saham LQ45 juga menguat 0,69 persen ke level 899,47. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham DBX.

Ada sebanyak 186 saham menguat sehingga membuat IHSG bertahan di zona hijau. Sedangkan 134 saham melemah dan 106 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 363.112 kali dengan volume perdagangan 20,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun. Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 504 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.312. (Amd/Gdn)