Sukses

Usai Jawa I, PLN Akan Kembali Lelang Pembangunan Tiga Unit PLTGU

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) tengah mempersiapkan proses lelang pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik‎ Tenaga Gas Uap (PLTGU). Pembangkit tersebut merupakan bagian dari program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW).

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso menyebutkan, tiga unit pembangkit tersebut ‎adalah PLTGU Jawa 3 berkapasitas 800 MW yang terletak di Gresik Jawa Timur, PLTGU Peaker Jawa Bali 3 berkapasitas 500 MW, PLTGU Peaker Jawa Bali 4 berkapasitas 500 MW.

"Sekarang sedang kami siapkan proses lelangnya. Syarat dan sebagainya. Itu semua harus lelang tahun ini," kata Iwan, di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Penentuan lokasi pembangunan tiga ‎unit pembangkit tersebut harus tepat berdekatan dengan sumber pasokan gas. Langkah tersebut sengaja dilakukan karena untuk menekan biaya logistik. Semakin efisien maka hasil atau harga jual listrik dari pembangkit tersebut bisa lebih murah.

"Kami siapkan semuanya. Lokasi harus tepat faktor lokasi sangat penting agar biaya logistik gas tidak tinggi," ucap Iwan.

Nantinya gas yang akan digunakan untuk bahan bakar penggerak pembangkit tersebut akan dipasok dari PLN sehingga Pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang memenangkan tender tersebut tidak perlu menyiapkan gas. 

"Jadi gas umum PLN, karena kami sudah ada kesepakatan dengan pemerintah untuk gas multi destination," tutup Iwan.

Sebelumnya di akhir Januari 2017, PLN juga telah menandatangani kontrak jual beli yang dari pembangkit yang menggunakan energi gas yaitu konsorsium PT Pertamina (Persero), Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation. Konsorsium tersebut mengelola PLTGU Jawa I yang berkapasitas 1.760 Mega Watt (MW).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sotjipto mengatakan, pembangunan PLTGU Jawa I merupakan wujud dukungan program kelistrikan 35 ribu MW yang dicanangkan Pemerintah. "Pertamina dengan Marubeni dan Sozit telah memenangkan. Ini menandakan dukungan program kelistrikan pemerintah," kata Dwi.

Dwi menuturkan, proyek dengan investasi US$ 1,8 miliar menjembatani sinergi dua BUMN terbesar di Indonesia, yaitu Pertamina dan PLN. (Pew/Gdn)

 

Artikel Selanjutnya
Anggaran Rumah Subsidi Dipangkas, Bagaimana Nasib Konsumen?
Artikel Selanjutnya
21 Gerbang Tol Otomatis Terpasang di Ruas Tangerang-Merak