Sukses

Investor Cermati Kondisi Politik Eropa, Bursa Asia Mendatar

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia cenderung konsolidasi pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Hal itu dipicu dari [risiko politik](2848729/ "") yang meningkat dari Eropa. Sentimen itu juga menekan bursa saham Amerika Serikat (AS) sehingga berimbas ke bursa Asia.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang cenderung mendatar. Indeks saham Jepang Topix melemah 0,6 persen pada pukul 09.39 waktu Tokyo. Penurunan indeks saham Jepang didorong saham bank.

Selain itu, indeks saham Korea Selatan Kospi sedikit berubah. Sedangkan indeks saham Australia merosot 0,1 persen. Indeks saham Selandia Baru naik 0,6 persen.

Sentimen politik terutama pemilihan umum di Eropa mempengaruhi bursa Asia. Kekhawatiran politik terutama dari calon kuat dalam pemilihan presiden AS yaitu Marine Le Pen telah mendoorng investor untuk membeli surat utang Prancis. Ini juga mendorong yen dan imbal hasil surat berharga AS lebih tinggi.

"Pasar jelas dipengaruhi ketidakpastian pemilihan umum Prancis. Meski pun ini tidak terlalu berarti namun pasar antisipasi adanya kejutan politik," ujar James Woods, Analis Rivkin Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (9/2/2017).

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rencana presiden AS Donald Trump yang mendorong pertumbuhan ekonomi AS namun belum terlaksana untuk program-programnya.

Surat utang AS bertenor 10 tahun turun menjadi 2,34 persen. Ini level terendah dalam tiga minggu. Selain itu imbal hasil surat utang AS berdampak kecil ke pergerakan mata uang dolar AS. Dolar AS terhadap yen ditransaksikan di posisi 100,20. Di pasar komoditas, harga minyak naik 0,3 persen ke level US$ 52,48 per barel.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Imbas Uji Coba Bom Korea Utara