Sukses

Otoritas Bursa Awasi Saham Bakrieland Development

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati pergerakan saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) pada perdagangan Kamis (9/2/2017).

Otoritas bursa menyatakan kalau telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham Bakrieland Development yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). BEI mendapatkan informasi terakhir mengenai emiten pada 27 Januari 2017 soal penjelasan volatilitas saham.

Sehubungan dengan terjadinya UMA itu, BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ELTY.Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perseroan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan tercatat apabila rencana itu belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan itu.

"Pengumuman UMA tidak serta menunjukkan ada pelanggaran terhadap peraturan perundan-undangan di pasar modal," Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy.

Berdasarkan data RTI, Pada Kamis pekan ini pukul 15.29 WIB, saham ELTY naik 17,44 persen ke level Rp 101 per saham. Total frekuensi saham 28.700 kali dengan nilai transaksi Rp 808 miliar.

Sepanjang 2017, saham Bakrieland Development telah naik 72 persen ke level Rp 86 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 168.864 kali dengan nilai transaksi Rp 2,3 triliun.

Sebelumnya, saham-saham grup Bakrie cenderung menguat sejak munculnya rencana PT Bumi Resources Tbk melakukan restrukturisasi utang.

Hingga Februari 2017, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) catatkan penguatan 88 persen menjadi Rp 94 per saham, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 54,68 persen ke level Rp 430 per saham, saham PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) telah mendaki 54 persen ke level Rp 77 per saham, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 50 persen ke level Rp 75 per saham.

Selain saham ELTY masuk UMA, BEI juga memasukkan saham PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA).

 

Artikel Selanjutnya
Melonjak 62 Persen, BEI Awasi Saham Medco Energi
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat, IHSG Naik Tipis