Sukses

Apapun Industrinya, Posisi Keuangan Selalu Dibutuhkan

Liputan6.com, Jakarta - Ada beberapa posisi yang selalu dibutuhkan di industri apapun, salah satunya keuangan (Finance). Mengapa? Karena keluar-masuk uang perusahaan harus selalu dibukukan, direncanakan dan dimonitor.

Beberapa karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Finance di antaranya jujur, teliti atau detail-oriented, persistent, pintar merencanakan dan mengalokasikan dana. Jika Anda memiliki karakteristik-karakteristik tersebut dan sudah mengemban pendidikan yang mendukung profesi sebagai Finance, tentu saja jam terbang akan menjadi faktor penentu kelebihan Anda seiring berjalannya waktu.

Tantangan-tantangan yang mungkin akan Anda hadapi adalah bagaimana menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan, dan sesuai prinsip ekonomi, bagaimana dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya dapat membuahkan hasil yang sebesar-besarnya. Hal ini penting untuk mendukung bisnis perusahaan.

Jika Anda baru akan memulai karir sebagai Finance, bagaimana Anda bisa menentukan bahwa sebuah produk atau jasa yang akan Anda pilih berada di rentang harga rata-rata atau bahkan mungkin di bawah rata-rata, namun memiliki kualitas yang paling tidak memenuhi standar perusahaan Anda?

Jawabannya adalah survei. Sebagai seorang Finance, Anda harus rajin melakukan survei sebelum menentukan sebuah pembelian produk atau jasa.

Tantangan lainnya adalah menjadi seorang Finance terkadang memposisikan Anda menjadi seorang public enemy. Mengapa demikian?

Karena semua divisi akan mendatangi Anda setiap kali mereka perlu membeli barang atau jasa. Anda perlu menilik rencana anggaran dana divisi tersebut sebelum mengeluarkan sejumlah uang, dan pada praktiknya, seringkali Anda perlu berdebat dengan divisi tersebut perihal dana yang mereka ajukan.

Sepertinya memang posisi yang sulit, namun Anda bisa belajar dari mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Bagaimana tetap menjadi seorang Finance yang dapat bersosialisasi dengan baik dengan karyawan lainnya, namun tetap membawa misi besar perusahaan untuk menerapkan prinsip ekonomi dan membuktikan integritas Anda dalam kejujuran.

Bagaimana memulai karir sebagai Finance?

Di mana Anda akan mendapatkan ilmu dan bimbingan dari orang-orang yang ahli di bidangnya? Graduate Trainee Program 2017 (GTP 2017) merupakan salah satu pintu yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Program milik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) ini memang memberikan begitu banyak kesempatan bagi para lulusan baru Indonesia. Anda bisa mendapatkan mentoring dari para direktur langsung, juga dari para senior ekspatriat, dan tak hanya itu, Anda bisa membangun relasi dengan para kolega di luar negeri.

Berdasarkan survei Karir.com pada 55.000 profesional di Indonesia, Consumer Goods adalah salah satu dari 10 industri dengan gaji rata-rata tertinggi di Indonesia, yakni Rp 7.689.833 gross per bulan.

Sembilan industri lainnya yakni Perminyakan dan Gas Bumi, Pertambangan dan Mineral, Kimia, Penerbangan, Hukum, Properti, Manufaktur, Telekomunikasi dan Konsultasi. Kesepuluh industri tersebut sepertinya adalah industri yang “tak ada matinya.”

Jika Anda lulusan S1/S2 dengan IPK minimal 3,0, lulusan baru atau memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari satu tahun, berusia tidak lebih dari 25 tahun, GTP 2017 menawarkan gaji dan fasilitas di atas rata dan akselerasi jenjang karir yang lebih cepat dari profesional pada umumnya.

Jika Anda menginginkan gaji di atas rata-rata, tentunya Anda harus melakukan usaha yang di atas rata-rata juga. Jika Anda hanya melakukan yang dilakukan orang pada umumnya, tentunya Anda pun hanya akan menerima hasil yang didapatkan orang pada umumnya. Jika Anda melakukan lebih, sudah barang tentu Anda akan mendapatkan lebih.

Nah, jangan lupa untuk melalui berbagai tahapan tes GTP 2017, salah satunya tes wawancara melalui rekaman video. Banyak di antara kandidat yang tidak melakukan tes wawancara ini dengan serius atau tidak menjawab pertanyaan dengan semestinya.

Tentu saja kandidat-kandidat semacam ini tidak layak mendapatkan sesuatu yang lebih. Jika Anda ingin lolos dalam GTP 2017, tes wawancara ini adalah pintu gerbang pertama yang harus Anda lalui dengan sebaik-baiknya.

Tips wawancara:

Jawab dengan sungguh-sungguh sesuai pengalaman Anda semasa sekolah atau kuliah, juga sesuai harapan atau visi dan misi hidup Anda. Tentu saja pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada yang melebihi kemampuan Anda untuk menjawab.

Pertanyaannya adalah seputar karir dan kepemimpinan (leadership) secara umum, tidak ada sesuatu yang spesifik mengarah ke bidang tertentu. Jadi, tidak perlu khawatir, cukup percaya diri dengan kemampuan Anda.

Tips berikutnya gerak tubuh dan ekspresi wajah yang semestinya. Banyak di antara kandidat yang melakukan wawancara rekaman video ini dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang terlihat tidak serius. Yang perlu Anda ingat adalah bahwa rekaman video Anda akan dilihat oleh para praktisi HR dengan latar belakang psikologi.

Mereka mampu melihat atau menganalisis kepribadian Anda dari gerak tubuh dan ekspresi wajah Anda. Jadi, berikan impresi yang semestinya; bagaimana Anda ingin mereka melihat Anda sebagai sebuah pribadi.

Nah, selamat mendaftar GTP 2017, selamat melakukan tes wawancara melalui rekaman video, dan menikmati jerih payah Anda di kemudian hari dalam bentuk gaji, fasilitas dan ilmu yang Anda dapatkan dari orang-orang terbaik di sebuah perusahaan multinasional. Tidak semua perusahaan mampu memberikan apa yang Anda cari, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini.

Jika Anda lolos kualifikasi awal, Anda akan menerima notifikasi undangan tes wawancara. Rajin-rajin buka Karir.com, yah!

Artikel Selanjutnya
Lewat Twitter, Miliarder Ini Minta Saran Cara Habiskan Duit
Artikel Selanjutnya
Facebook Bentuk Badan Usaha di RI, Bagaimana Kewajiban Pajaknya?