Sukses

Sentimen Global Tahan Pelemahan IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu mempertahankan lajunya di zona hijau menjelang akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (10/2/2017), IHSG turun tipis 0,40 poin atau 0,01 persen ke level 5.371,66. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,06 persen ke level 893,89. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 190 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 142 saham melemah dan 97 saham lainnya diam di tempat.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.400,17 dan terendah 5.371,66. Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 400.820 kali dengan volume perdagangan saham 23,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 8,3 triliun. Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 428,51 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.307.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham keuangan turun 1,14 persen, sektor saham aneka industri merosot 0,04 persen dan sektor saham perdagangan susut 0,18 persen.

Saham-saham yang mendorong penguatan antara lain saham BIPI naik 34,48 persen ke level Rp 156 per saham, saham MEDC melonjak 13,29 persen ke level Rp 1.705 per saham, dan saham SRIL melonjak 12,6 persen ke level Rp 286 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham NAGA merosot 30,17 persen ke level Rp 125 per saham, saham MEGA turun 17,65 persen ke level Rp 2.100 per saham dan saham ELTY tergelincir 9,28 persen ke level Rp 88 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,21 persen ke level 23.574, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,45 persen ke level 2.075, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 2,49 persen. Indeks saham Jepang catatkan penguatan terbesar.

Kemudian disusul indeks saham Shanghai naik 0,42 persen ke level 3.196,70, indeks saham Singapura mendaki 0,66 persen ke level 3.100,39, dan indeks saham Taiwan mendaki 0,79 persen ke level 9.665.

Analis PT NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan, IHSG sempat menguat didorong dari pergerakan bursa Asia yang cenderung positif. Bursa Asia menguat setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, perombakan pajak yang fenomenal akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.

"Kami melihat sentimen itu menghidupkan kembali spekulasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, dan hal ini mendorong saham-saham di Asia," kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, dari China melaporkan data perdagagan Januari 2017 naik 7,9 persen akibat meningkatnya permintaan global. "Kedua sentimen itu mampu memicu optimisme investor," ujar dia.

Ada pun IHSG yang akhirnya turun tipis, Bima menilai lantaran saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) merosot."Ini kurang mencerminkan pergerakan bursa hari ini," kata dia.

Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk turun 5,48 persen ke level Rp 15.100. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.561 kali dengan volume perdagangan Rp 35,6 miliar. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk turun 4 persen ke level Rp 15.000. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.716 kali dengan nilai transaksi Rp 291 miliar.