Sukses

Ini Daftar Rumah Subsidi Bagi Pekerja Bergaji Minim

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan rumah subsidi menjadi solusi ‎bagi para pekerja berpendapatan minim namun ingin memiliki rumah sendiri. Rumah subsidi ini biasanya ditawarkan dengan harga tidak lebih dari Rp 150 juta.

Dalam pameran Indonesia Properti Expo 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), sejumlah pengembang menawarkan rumah subsidi dengan harga yang murah. Namun ada syarat-syarat tertentu yang harus diikuti oleh para peminat rumah subsidi tersebut.

Marketing perumahan Permata Mutiara Maja, Meira mengatakan, ada sejumlah syarat yang harus wajib dipenuhi oleh calon pembeli rumah ini. Pertama, pekerja tersebut memiliki gaji maksimal Rp 4 juta per bulan.

"Gaji nggak boleh lebih dari Rp 4 juta. Idealnya antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per bulan," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, seperrti ditulis Senin (13/2/2017).

Kedua, rumah yang dibeli merupakan rumah pertama dan diperuntukkan untuk ‎dijadikan tempat tinggl. Artinya rumah ini tidak boleh disewakan atau dikontrakan.

Ketiga, ‎pekerja tersebut lolos Bank Indonesia (BI) checking. Hal ini biasanya dilakukan untuk melihat portofolio pekerja‎ jika sebelumnya pernah membeli barang secara kredit. Jika sebelumnya pernah bermasalah, maka sulit untuk lolos dari BI checking ini.

"Juga tidak boleh sambil mengangsur mobil," lanjut dia.

Dan keempat, pekerja telah memiliki masa kerja minimal 3 tahun. Akan lebih baik jika pekerja tersebut telah karyawan tetap ditempatnya bekerja.

"Minimal sudah bekerja 3 tahun. Kalau belum karyawan tetap ya tetap bisa, tapi lebih baik lagi kalau sudah (karyawan) tetap," kata dia.

Berikut daftar perumahan subsidi yang ditawarkan dalam ajang pameran Indonesia Properti Expo 2017 :

1. Permata Mutiara Maja

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Buktinusa Indahperkasa ‎ini berlokasi di Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Banten. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 123 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 17,3 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,2 juta untuk 10 tahun, Rp 938 ribu untuk 15 tahun dan Rp 781 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut sudah‎ termasuk IMB, SHGB atas nama pengembng, listrik 1.300 watt dan air bersih.

1 dari 3 halaman

Surya Cibitung Asri

2. Surya Cibitung Asri

Perumahan ‎ini berlokasi di Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 134 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 2,5 juta dan booking fee Rp 500 ribu

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 932 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut sudah‎ termasuk AJB, BPHTB, IMB, listrik dan air bersih.

3. Griya Asri Tigaraksa

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Mustika Putra Nusantara ini berlokasi di Tigaraksa, Tangerang. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 881 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya administrasi, BPHTB, AJB, IMB, SHGB listrik dan lain-lain.

2 dari 3 halaman

Ambar Telaga 3


4. Ambar Telaga 3

‎Perumahan yang dikembangkan oleh CK Group ini berlokasi di Jalan Raya Ranca Bungur, Bogor. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta dan booking fee Rp 1 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 892 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya proses KPR, BPHTB, AJB, balik nama SHGB atas nama konsumen.

5. Cluster Mutiara Korelet 3

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Mustika Putra Nusantara ini berlokasi di Jalan Pasar Korelet, Panongan. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta dan booking fee Rp 1 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 881 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya administrasi, BPHTB, AJB, IMB, SHGB listrik dan lain-lain.

Artikel Selanjutnya
Mentan Amran: Pengusaha Beras Jangan Ambil Untung Terlalu Besar
Artikel Selanjutnya
PGN Bidik Fasilitas dan Kendaraan di Pelabuhan Pakai Gas