Sukses

Curhatan BJ Habibie Kala Pimpin Indonesia di Saat Krisis

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie memberikan pesan inspiratif kepada para petinggi Bank Indonesia (BI) pada Senin (13/2/2017). Acara ini dilakukan dalam rangka Presidential Lecture yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Institute.

Acara President Lecture ini bertemakan peningkatan daya saing Indonesia melalui penciptaan sumber data manusia yang berkualitas. BJ Habibie berbagi pengalaman kepada ratusan petinggi BI yang hadir.

Habibie mengungkapkan dalam pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berjiwa pemimpin, ada tiga hal yang harus menjadi dasar, yaitu budaya, agama dan pemahaman akan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Sinergi dari elemen budaya dan agama itu adalah bentuk dari proses nilai tambah pribadi sistem pembudidayaan. Inilah yang menjadi ‎dasar kepribadian para pemimpin," kata Habibie di Gedung Bank Indonesia, Senin pekan ini.

‎Sedangkan elemen pemahaman akan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, Habibie menuturkan, menjadi sebuah media untuk berkarya sesuai dengan kemampuan yang didalami masing-masing kepribadian.

Dalam acara ini, Habibie bercerita bagaimana dirinya mulai menuntut ilmu setinggi-tingginya, hingga memimpin sebuah negara dalam menghadapi krisis. Hal ini menurut Habibie diharapkan bisa memotivasi para petinggi Bank Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo menambahkan kesempatan hari ini‎ menjadi hal langka. Sebab, BI Institute bisa menghadirkan sosok negarawan dan bisa belajar banyak dari pengalaman Habibie.

"Kita bahagia di hari ini kita akan dapat pengalaman, berbagi wisdom dari Prof Habibie," tambah Agus.

Agus menuturkan, Indonesia tidak mungkin bisa mencapai prestasi yang baik bila tidak dipimpin oleh negarawan yang handal. Apalagi dari sisi ekonomi, kondisi Indonesia semakin baik tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen dan inflasi yang terjaga di level 3,02 persen selama 2016.

"Ini tidak mungkin dicapai Indonesia bila tidak dipimpin oleh negarawan yang handal, tidak mungkin bisa dicapai kalau kita tidak memiliki SDM yang berkualitas," ujar dia.

Dia merasa bangga karena akhirnya BI Institute bisa mengundang BI Habibie. Agus mengatakan, untuk membentuk SDM yang berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan intelegensi. (Yas)

Artikel Selanjutnya
Diuji Pengetahuan Tentang Indonesia, Begini Reaksi Warga AS
Artikel Selanjutnya
SBY Hadiri HUT RI di Istana, Presidential Club Segera Terbentuk?