Sukses

Saham Apple Dorong Kapitalisasi Pasar S&P 500 Cetak Rekor

Liputan6.com, Jakarta - Saham Apple telah mendorong indeks saham S&P cetak rekor. Bahkan kapitalisasi pasar saham indeks S&P 500 menyentuh rekor baru mencapai US$ 20 triliun.

Pada perdagangan Senin kemarin, indeks saham terdiri dari saham-saham perusahaan besar tersebut tidak hanya cetak rekor baru tetapi juga kapitalisasi pasar sahamnya. Kapitalisasi pasar saham indeks S&P 500 mencapai US$ 20,03 triliun atau naik US$ 5,9 triliun. Indeks saham S&P 500 menguat 12,15 poin ke level 2.328,25 pada perdagangan saham Senin kemarin.

Kapitalisasi pasar melonjak itu didorong dari 500 perusahaan dalam indeks S&P. Saham Apple memberikan kontribusi besar terhadap kapitalisasi pasar indeks S&P 500. Tercatat kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 710,7 miliar. Disusul perusahaan raksasa Microsoft sekitar US$ 503,2 miliar.

Indeks saham di bursa AS melanjutkan reli sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden AS pada 8 November 2016. Pelaku pasar bertaruh terhadap janji Trump untuk memangkas pajak korporasi. Selain itu Donald Trump akan mengeluarkan kebijakan positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ada pun menurut analis, ada tiga hal yang mendorong kenaikan indeks saham. Pertama, musim laporan keuangan dengan kenaikan yang mengejutkan terutama Amazon.com dan Apple.

Ekonom Gluskin Sheff menuturkan, faktor kedua yang mendorong kenaikan indeks saham yaitu OPEC yang sepakat memangkas produksi minyak. Hal itu membuat harga minyak AS tetap di kisaran harga US$ 50 per barel. Pada perdagangan Senin, harga minyak turun 1,8 persen menjadi US$ 53 per barel.

Ketiga, menurut Rosenberg yaitu kebijakan presiden AS Donald Trump terutama kebijakan luar negerinya. "Tampaknya Trump menunjukkan fleksibilitas yang impresif," tutur dia.

Saham Apple pun mencetak kenaikan tertinggi menjadi US$ 133,29 per saham. Angka menembus level tertinggi sejak 23 Februari 2015. Saham Apple telah naik 50 persen dari level terendah semester I tahun lalu. Sepanjang 2017 ini, saham Apple telah naik 15 persen. Banyak investor bertaruh kalau Apple akan meningkatkan model untuk perayaan 10 tahun pembuatan iPhone.

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Naik di Akhir Pekan
Artikel Selanjutnya
Harga Minyak Rebound Imbas Pelemahan Dolar