Sukses

PNM Gandeng BRI Sediakan Layanan Perbankan untuk UMKM

Liputan6.com, Jakarta PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendorong para nasabah usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjangkau layanan perbankan. Untuk itu, PNM meneken perjanjian kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI).

Kerjasama ini berupa penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa tabungan dan e-Banking BRI untuk nasabah UMKM. Harapannya, UMKM semakin berkontribusi pada ekonomi nasional.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan kerjasama ini akan mewujudkan sistem pembayaran yang efisien. Nasabah UMKM PNM bisa memanfaatkan layanan Bank BRI.

Sebenarnya, kerjasama ini bukan yang pertama. Lantaran, tahun sebelumnya PNM menerima fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 500 Miliar dari Bank BRI untuk pembiayaan nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejatera (Mekaar) PNM.

"Selain peyediaan dan pemanfaatan jasa tabungan, kerjasama PNM dengan BRI akan melingkupi hingga sosialisasi dan edukasi nasabah UMKM mengenai jasa layanan e-Banking," kata dia dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Dia berharap, layanan ini bisa dimanfaatkan nasabah dan memajukan UMKM.

"Kemajuan teknologi saat ini melalui sistem e-Banking telah mengubah gaya transasksi masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini yang ingin PMN gerakkan ke nasabah UMKM agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pelaku UMKM," imbuh dia.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan kerjasama ini merupakan upaya modernisasi UMKM. Bukan hanya itu, ini juga menjadi bagian sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Penandatanganan kerjasama ini menjadi wujud sinergi BUMN dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas hidup para pengusaha UMKM. Pengembangan usaha kecil perlu dilakukan dengan sistem perbankan modern yang lebih efisien dan berkualitas seperti yang disediakan oleh BRI," ujar dia.

Sebagai informasi, PNM telah memberikan pembiayaan secara langsung kepada usaha mikro melalui kantor-kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang terdiri 73 kantor cabang dengan 664 unit layanan. PMN telah melayani 302.829 nasabah pada 4.093 kecamatan di seluruh provinsi Indonesia.

PNM juga memiliki program yang ditujukan untuk perempuan prasejahtera produktif melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejatera (Mekaar). Mekaar adalah layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pelaku usaha mikro. Sejak diluncurkan pada November 2015, kini Mekaar telah memiliki 405 kantor cabang dan telah melayani 509,687 nasabah.

Artikel Selanjutnya
Survei: CEO Perusahaan di China Kurang Yakin Ekonomi Global
Artikel Selanjutnya
Bisakah Penyelesaian Transaksi Saham di BEI Jadi 1 Hari?