Sukses

Perum Jamkrindo Raih WTP untuk Laporan Keuangan Tahun 2016

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2016 lalu. Hal ini berdasarkan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) member of TIAG.

Tercatat pada tahun 2016 aset Perum Jamkrindo mengalami kenaikan menjadi Rp 13.4 triliun dibanding tahun 2015 sebesar Rp 11.6 triliun. Pada tahun 2016 Perum Jamkrindo meraih laba tahun berjalan sejumlah Rp 692,04 miliar, angka ini juga lebih tinggi sekitar Rp 66 miliar dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp 625,35 miliar.

Dalam hal penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Perum Jamkrindo yang dipimpin Direktur Utama Diding S. Anwar meraih predikat dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan sertifikasi PEFINDO (Credit Rating Agency), Perum Jamkrindo juga mendapatkan peringkat AA (Double A, Stable Outlook).

Perum Jamkrindo merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang mendapat mandat dari pemerintah untuk membidangi usaha penjaminan. Penjaminan yang dibawahi Perum Jamkrindo meliputi tiga produk utama.

Pertama; Penjaminan Kredit Program Pemerintah, diantaranya penjaminan KUR Mikro, KUR Ritel, KUR TKI, Penjaminan Berorientasi Ekspor (BE), Penjaminan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, Penjaminan Kredit Usaha Pembibitan Sapi, dan Penjaminan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP.

Kedua; Penjaminan Kredit Non Program, diantaranya Penjaminan Kredit Mikro, Kredit Umum, Kredit Konstruksi, Kredit Multiguna, Kredit BPR,  Penjaminan Bank Garansi, Penjaminan Supplay Chain Financing, Penjaminan Keagenan Kargo, Penjaminan Distribusi Barang, Surety Bond, dan Costum Bond. Dan produk ketiga adalah Penjaminan Sistem Resi Gudang.

Selengkapnya Laporan Keuangan Perum Jamkrindo Tahun Buku 2016 (Audited):

Laporan Keuangan Perum Jamkrindo Tahun Buku 2016 (Audited)

(Adv)

Artikel Selanjutnya
BUMN Incar Laba Rp 250 Triliun di 2018
Artikel Selanjutnya
Cari Dana Rp 4 Triliun, Indonesia Power Sekuritisasi Aset